CEO XL Axiata Tegaskan Pentingnya Penguasaan Solusi Digital
Rabu, 27 Januari 2021 - 22:36 WIB
loading...
A
A
A
Tidak hanya menerima teori, mereka bahkan juga didorong untuk mampu menciptakan solusi IoT sesuai dengan kebutuhan dunia usaha. Hasilnya, kini telah tercipta 18 solusi IoT yang telah memiliki prototipe dan masuki tahap uji coba lapangan. Beberapa di antaranya bahkan sudah siap diadopsi oleh pelaku bisnis.
Para mahasiswa penerima beasiswa XLFL angkatan ketujuh yang diwisuda ini berasal dari 34 kota/kabupaten di berbagai provinsi. Mereka menempuh kuliah di 35 kampus yang juga tersebar di berbagai daerah. Disiplin ilmu mereka juga sangat beragam baik dari sosial maupun eksakta. Secara gender, sebanyak 85 perempuan dan 74 laki-laki.
Penilaian dalam program XLFL antara lain dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan pada setiap mahasiswa dalam mengeksplorasi, mempelajari, dan merespon kejadian baik di kelas maupun di lingkungan sosial. Selain itu penilaian juga berdasarkan dari kemampuan mereka dalam mengimplementasikan apa yang sudah didapat dari XLFL untuk masyarakat, contohnya berupa 18 solusi IoT yang telah mereka buat dan kembangkan.
Total, sejak angkatan pertama, XLFL telah meluluskan 1.000 mahasiswa. Sebagian besar di antara mereka meniti karier di perusahaan swasta, sebagian lainnya menjadi PNS, membangun bisnis sendiri, melanjutkan bisnis keluarga, dan ada juga yang melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi.
Baca juga: Kisah UMKM Lansia Digital: Digitalisasi Usaha untuk Semua, Termasuk Lansia
Pengembangan IoT
Masih terkait program pengembangan IoT dengan melibatkan mahasiswa, XL Axiata melalui X-Camp kembali menjalin kerja sama dengan delapan perguruan tinggi. Program ini dilaksanakan demi pengembangan ekosistem IoT di Indonesia, mengingat dari tahun ke tahun, permintaan atas solusi IoT untuk berbagai keperluan, termasuk bisnis, juga terus meningkat.
Para mahasiswa penerima beasiswa XLFL angkatan ketujuh yang diwisuda ini berasal dari 34 kota/kabupaten di berbagai provinsi. Mereka menempuh kuliah di 35 kampus yang juga tersebar di berbagai daerah. Disiplin ilmu mereka juga sangat beragam baik dari sosial maupun eksakta. Secara gender, sebanyak 85 perempuan dan 74 laki-laki.
Penilaian dalam program XLFL antara lain dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan pada setiap mahasiswa dalam mengeksplorasi, mempelajari, dan merespon kejadian baik di kelas maupun di lingkungan sosial. Selain itu penilaian juga berdasarkan dari kemampuan mereka dalam mengimplementasikan apa yang sudah didapat dari XLFL untuk masyarakat, contohnya berupa 18 solusi IoT yang telah mereka buat dan kembangkan.
Total, sejak angkatan pertama, XLFL telah meluluskan 1.000 mahasiswa. Sebagian besar di antara mereka meniti karier di perusahaan swasta, sebagian lainnya menjadi PNS, membangun bisnis sendiri, melanjutkan bisnis keluarga, dan ada juga yang melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi.
Baca juga: Kisah UMKM Lansia Digital: Digitalisasi Usaha untuk Semua, Termasuk Lansia
Pengembangan IoT
Masih terkait program pengembangan IoT dengan melibatkan mahasiswa, XL Axiata melalui X-Camp kembali menjalin kerja sama dengan delapan perguruan tinggi. Program ini dilaksanakan demi pengembangan ekosistem IoT di Indonesia, mengingat dari tahun ke tahun, permintaan atas solusi IoT untuk berbagai keperluan, termasuk bisnis, juga terus meningkat.
Lihat Juga :