Gunakan Data Infrasound, Lapan Menduga Ledakan Buleleng Karena Meteor Kecil
Senin, 25 Januari 2021 - 10:15 WIB
loading...
Lapan menduga kejadian di Buleleng, Bali, serupa dengan kejadian di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
A
A
A
BULELENG - Minggu (24/1) kemarin, warga di Kabupaten Buleleng , Bali, dikabarkan mendengar suara ledakan di langit , sekitar pukul 10.27 WITA. Saat kejadian, beberapa saksi mengaku melihat bola api yang disertai ledakan.
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, menceritakan pengalaman serupa juga pernah terjadi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
BACA JUGA: POCO M3 Entry-Level Killer Meluncur, Ini Harga dan Spesifikasi Lengkapnya!
Pada 8 Oktober 2009, warga di Kabupaten Bone mendengar ledakan hingga menggetarkan kaca-kaca rumah mereka. Saat itu, warga juga melihat jejak asap di langit.
"LAPAN menduga bahwa fenomena itu disebabkan meteor besar , sebelum akhirnya mendapatkan bukti dari peneliti NASA yang menggunakan data infrasound," kata Thomas, kepada MNC Portal, Senin (25/1).
Data infrasound mampu mengindikasikan adanya asteroid jatuh. Ukuran asteroid di Kabupaten Bone diperkirakan berdiameter 10 meter.
Bukti lain diperkuat dengan data dari Badan Klimatologi, Meterologi, dan Geofisika (BMKG), yang belakangan baru diketahui menangkap getaran sebesar 1,9 magnitudo berkat alat seismograf terdekat.
Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, menceritakan pengalaman serupa juga pernah terjadi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
BACA JUGA: POCO M3 Entry-Level Killer Meluncur, Ini Harga dan Spesifikasi Lengkapnya!
Pada 8 Oktober 2009, warga di Kabupaten Bone mendengar ledakan hingga menggetarkan kaca-kaca rumah mereka. Saat itu, warga juga melihat jejak asap di langit.
"LAPAN menduga bahwa fenomena itu disebabkan meteor besar , sebelum akhirnya mendapatkan bukti dari peneliti NASA yang menggunakan data infrasound," kata Thomas, kepada MNC Portal, Senin (25/1).
Data infrasound mampu mengindikasikan adanya asteroid jatuh. Ukuran asteroid di Kabupaten Bone diperkirakan berdiameter 10 meter.
Bukti lain diperkuat dengan data dari Badan Klimatologi, Meterologi, dan Geofisika (BMKG), yang belakangan baru diketahui menangkap getaran sebesar 1,9 magnitudo berkat alat seismograf terdekat.
Lihat Juga :