Stasiun ISS Menangkap Fenomena Kilat Biru dari Bumi ke Luar Angkasa
Sabtu, 23 Januari 2021 - 13:43 WIB
loading...
A
A
A
Elf terjadi ketika gelombang radio mendorong elektron melalui ionosfer, menyebabkan mereka berakselerasi dan bertabrakan dengan partikel bermuatan lain, melepaskan energi sebagai cahaya.
Tim tersebut mengamati kilatan cahaya, elf, dan kilatan biru menggunakan Monitor Interaksi Antariksa Antariksa Eropa (ASIM), koleksi kamera optik, fotometer, detektor sinar-X, dan detektor sinar gamma yang dipasang pada modul di stasiun luar angkasa.
"Makalah ini adalah tulisan yang mengesankan dari banyak fenomena baru yang diamati ASIM di atas badai," kata Astrid Orr, koordinator ilmu fisika untuk penerbangan luar angkasa manusia dan robotik dengan Badan Antariksa Eropa (ESA). (Baca juga: Arkeolog Temukan Manuskrip 'Kitab Orang Mati' di Pemakaman Mesir Kuno)
Para ahli juga menduga bahwa fenomena atmosfer atas, seperti kilatan biru, dapat memengaruhi konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, karena lapisan ozon berada di dalam stratosfer tempat terjadinya peristiwa itu.
Tim tersebut mengamati kilatan cahaya, elf, dan kilatan biru menggunakan Monitor Interaksi Antariksa Antariksa Eropa (ASIM), koleksi kamera optik, fotometer, detektor sinar-X, dan detektor sinar gamma yang dipasang pada modul di stasiun luar angkasa.
"Makalah ini adalah tulisan yang mengesankan dari banyak fenomena baru yang diamati ASIM di atas badai," kata Astrid Orr, koordinator ilmu fisika untuk penerbangan luar angkasa manusia dan robotik dengan Badan Antariksa Eropa (ESA). (Baca juga: Arkeolog Temukan Manuskrip 'Kitab Orang Mati' di Pemakaman Mesir Kuno)
Para ahli juga menduga bahwa fenomena atmosfer atas, seperti kilatan biru, dapat memengaruhi konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, karena lapisan ozon berada di dalam stratosfer tempat terjadinya peristiwa itu.
(ysw)
Lihat Juga :