Ilmuwan Menemukan Fakta Baru Semprotan Bisa Ular Kobra

Sabtu, 23 Januari 2021 - 08:29 WIB
loading...
Ilmuwan Menemukan Fakta...
Banyak diketahui kalau ular kobra bisa menyemburkan bisanya dari jarak beberapa meter. Ternyata tehnik ular kobra ini hasil evolusi selama puluhan juta tahun lalu. Foto/dok
A A A
JAKARTA - Banyak diketahui kalau ular kobra bisa menyemburkan bisanya dari jarak beberapa meter. Ternyata tehnik ular kobra ini hasil evolusi selama puluhan juta tahun lalu.

Penelitian baru menunjukkan beberapa ular, seperti ular kobra benar-benar mengembangkan bisa mereka secara khusus untuk mengusir pemangsa potensial, termasuk manusia. Apa yang dilakukan ular ini tidak mematikan, namun memiliki efek sakit yang luar biasa. (Baca: Menghindari Kanibalisme, Belalang Jantan Gunakan Trik Baru Saat Kawin)

Studi oleh tim ilmuwan internasional menunjukkan jenis unik racun dan strategi bertahan yang berevolusi. Kobra meludah dan rinkhal adalah ular yang berkerabat dekat yang mampu menyemprotkan racun cukup jauh sehingga dapat membuat manusia yang tidak waspada mengalami kesakitan.

Efek yang dtimbulan dari semprotan bisa ular kobra itu sangat tidak menyenangkan. Bahan kimia dalam racun kobra yang mengenai kornea dapat menyebabkan rasa sakit yang hebat. Jika semprotan bisa itu cukup banyak bahkan bisa menyebabkan kebutaan.

Ular pertama kali mengembangkan kemampuan untuk menyuntikkan racun ke mangsanya sekitar 60 hingga 80 juta tahun yang lalu. Sejak itu, ribuan spesies dalam superfamili Colubroidea telah mengubah cara dan memodifikasi bagian mulut mereka agar sesuai dengan kebutuhan makanan mereka. (Baca juga: Virus Strain Afrika Selatan Bisa Tembus Antibodi Penyintas Covid-19)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kenalkan Mikroskop...
AS Kenalkan Mikroskop dengan Resolusi Detail hingga yang Terkecil
Kenapa Ilmuwan Lebih...
Kenapa Ilmuwan Lebih Pilih Menjelajahi Luar Angkasa Dibandingkan Lautan
Mengapa Mumi Prasejarah...
Mengapa Mumi Prasejarah dari Gurun Atacama Punya Otak Begitu Kecil?
Ular Purba yang Lama...
Ular Purba yang Lama Tak Terlihat Muncul di Pulau Komodo
Penuhi Target LDL-C,...
Penuhi Target LDL-C, Daewoong Luncurkan Inovasi Kombinasi Dislipidemia
Riset Temukan Orang...
Riset Temukan Orang yang Hidup Lebih dari 90 Tahun Punya Perbedaan Darah
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Riset LAPI ITB: Konektivitas...
Riset LAPI ITB: Konektivitas Digital Dongkrak PDRB dan Serap 685 Ribu Tenaga Kerja
Rekomendasi
Trump Telah Teken Nota...
Trump Telah Teken Nota Kesepahaman AS-Iran, Ini Rincian 14 Poinnya
3.161 Personel Gabungan...
3.161 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Eksekusi Hotel Sultan Hari Ini
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Hancurkan Kroasia di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Samsung Berencana Bangun...
Samsung Berencana Bangun Pusat Data Terapung di Laut
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved