Ambang Batas Pemanasan Global Bisa Lebih Cepat Terlampaui dari Prediksi
Selasa, 19 Januari 2021 - 13:33 WIB
loading...
Scaling Climate Response Function memproyeksikan suhu Bumi hingga 2100. Berdasarkan data historis, model ini mengurangi ketidakpastian prediksi sekitar setengahnya dibandingkan pendekatan IPCC. Foto/image/sciencedaily.com.
A
A
A
JAKARTA - Ambang batas untuk pemanasan global yang berbahaya kemungkinan besar akan terjadi antara tahun 2027-2042. Perkiraan ini jauh dari perkiraan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim , yakni antara sekarang hingga 2052. Baca juga: Gelombang Suara Gempa Bawah Air Ungkap Perubahan Pemanasan Laut
Dalam sebuah studi yang diterbitkan di Climate Dynamics, para peneliti dari Universitas McGill memperkenalkan metode baru dan cara yang lebih tepat untuk memproyeksikan suhu Bumi. Berdasarkan data historis, ini sangat mengurangi ketidakpastian dibandingkan dengan pendekatan sebelumnya.
Para ilmuwan telah membuat proyeksi pemanasan global di masa depan menggunakan model iklim selama beberapa dekade. Model-model ini memainkan peran penting dalam memahami iklim bumi dan bagaimana kemungkinan perubahannya. Tapi seberapa akurat mereka?
Penuh Ketidakpastian
Situs sciencedaily.com menyebutkan, model iklim adalah simulasi matematis dari berbagai faktor yang berinteraksi untuk mempengaruhi iklim Bumi, seperti atmosfer, lautan, es, permukaan tanah, dan Matahari. Meskipun mereka didasarkan pada pemahaman terbaik tentang sistem Bumi yang tersedia, dalam hal meramalkan masa depan, ketidakpastian tetap ada.
"Para skeptis iklim berpendapat bahwa proyeksi pemanasan global tidak dapat diandalkan karena bergantung pada model superkomputer yang salah. Meskipun kritik ini tidak beralasan, mereka menggarisbawahi perlunya pendekatan independen dan berbeda untuk memprediksi pemanasan di masa depan," kata rekan penulis, Bruno Tremblay, profesor di Departemen Ilmu Atmosfer dan Kelautan di Universitas McGill.
Dalam sebuah studi yang diterbitkan di Climate Dynamics, para peneliti dari Universitas McGill memperkenalkan metode baru dan cara yang lebih tepat untuk memproyeksikan suhu Bumi. Berdasarkan data historis, ini sangat mengurangi ketidakpastian dibandingkan dengan pendekatan sebelumnya.
Para ilmuwan telah membuat proyeksi pemanasan global di masa depan menggunakan model iklim selama beberapa dekade. Model-model ini memainkan peran penting dalam memahami iklim bumi dan bagaimana kemungkinan perubahannya. Tapi seberapa akurat mereka?
Penuh Ketidakpastian
Situs sciencedaily.com menyebutkan, model iklim adalah simulasi matematis dari berbagai faktor yang berinteraksi untuk mempengaruhi iklim Bumi, seperti atmosfer, lautan, es, permukaan tanah, dan Matahari. Meskipun mereka didasarkan pada pemahaman terbaik tentang sistem Bumi yang tersedia, dalam hal meramalkan masa depan, ketidakpastian tetap ada.
"Para skeptis iklim berpendapat bahwa proyeksi pemanasan global tidak dapat diandalkan karena bergantung pada model superkomputer yang salah. Meskipun kritik ini tidak beralasan, mereka menggarisbawahi perlunya pendekatan independen dan berbeda untuk memprediksi pemanasan di masa depan," kata rekan penulis, Bruno Tremblay, profesor di Departemen Ilmu Atmosfer dan Kelautan di Universitas McGill.
Lihat Juga :