Di Tengah Pandemi Corona, Virus Nipah dengan Tingkat Kematian 75% Ancam Asia
Kamis, 14 Januari 2021 - 12:29 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun berbagai pengobatan antivirus digunakan untuk pasien, namun tidak ada obat dan pengobatan langsung untuk melawan virus ini. Pasien yang sembuh dari virus Nipah akan mengalami masalah neurologis jangka panjang dan kejang-kejang.
Meskipun cukup berbahaya, virus Nipah tidak ditularkan melalui aerosol dan udara. Saat ini, virus Nipah menyebar melalui makanan yang terkontaminasi yang telah bersentuhan dengan kelelawar buah yang terinfeksi.
![Di Tengah Pandemi Corona, Virus Nipah dengan Tingkat Kematian 75% Ancam Asia]()
Ahli Virologi Veasna Duong menyarankan studi dan analisis lebih lanjut virus Nipah untuk mengurangi resiko penyebarannya. "60% orang yang kami wawancarai tidak tahu bahwa kelelawar menularkan penyakit. Ini karena masih kurangnya informasi yang disampaikan ke masyarakat," kata Duong dalam wawancara dengan BBC. (Baca juga: 5 Zodiak Ini Diprediksi Sukses Besar di 2021)
Duong mengatakan, telah melakukan penelitian terhadap penyebaran kelelawar buah di Thailand, seperti di tempat ibadah, sekolah dan lokasi wisata Angkor Wat. "Saat normal, Angkor wat dikunjungi 2,6 juta wisatawan. Ini berarti peluang bagi virus Nipah melakukan penyebaran hanya dari satu lokasi saja," katanya.
Meskipun cukup berbahaya, virus Nipah tidak ditularkan melalui aerosol dan udara. Saat ini, virus Nipah menyebar melalui makanan yang terkontaminasi yang telah bersentuhan dengan kelelawar buah yang terinfeksi.

Ahli Virologi Veasna Duong menyarankan studi dan analisis lebih lanjut virus Nipah untuk mengurangi resiko penyebarannya. "60% orang yang kami wawancarai tidak tahu bahwa kelelawar menularkan penyakit. Ini karena masih kurangnya informasi yang disampaikan ke masyarakat," kata Duong dalam wawancara dengan BBC. (Baca juga: 5 Zodiak Ini Diprediksi Sukses Besar di 2021)
Duong mengatakan, telah melakukan penelitian terhadap penyebaran kelelawar buah di Thailand, seperti di tempat ibadah, sekolah dan lokasi wisata Angkor Wat. "Saat normal, Angkor wat dikunjungi 2,6 juta wisatawan. Ini berarti peluang bagi virus Nipah melakukan penyebaran hanya dari satu lokasi saja," katanya.
(ysw)
Lihat Juga :