Panduan Cepat Bagaimana Vaksin COVID-19 Digunakan dan Cara Kerjanya

Rabu, 13 Januari 2021 - 23:49 WIB
loading...
Panduan Cepat Bagaimana...
Sejumlah negara sudah mengeluarkan izin penggunaan darurat vaksin COVID-19, termasuk di Indonesia, guna mencegah penyebaran virus Corona baru. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Lusinan vaksin virus Corona memasuki uji klinis selama tahun 2020, dan sekarang, beberapa telah diizinkan untuk penggunaan darurat di berbagai negara. Ini berarti suntikan dapat diberikan kepada publik sementara pengembangnya terus mengumpulkan data tentang keamanan dan kemanjurannya. Baca juga: Merasakan Gatal-gatal Usai Divaksin COVID-19, Kadinkes Jateng: Tak Perlu Khawatir

Jika mereka memenuhi semua kriteria yang diperlukan, vaksin ini dapat disetujui sepenuhnya di masa mendatang. Dan di beberapa tempat, vaksin tersebut sudah disetujui.

Dilansir dari Nature.com, berikut panduan singkat bagaimana vaksin COVID-19 sekarang digunakan di seluruh dunia dan cara kerjanya.

Pfizer-BioNTech
Hasil studi di Jerman menyebutkan vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer dan perusahaan bioteknologi Jerman BioNTech dinilai 95% efektif mencegah COVID-19. Vaksin diberikan dalam dua dosis, diberikan selang tiga pekan, dan harus disimpan pada suhu minus 94 derajat Fahrenheit (minus 70 derajat Celsius).
Panduan Cepat Bagaimana Vaksin COVID-19 Digunakan dan Cara Kerjanya

Pada 11 Desember 2020, vaksin Pfizer-BioNTech menjadi vaksin COVID-19 pertama yang diizinkan untuk penggunaan darurat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA). Beberapa negara lain juga telah mengesahkan vaksin untuk penggunaan darurat, termasuk Inggris, Argentina, Chili dan Singapura, dan Uni Eropa mengikutinya pada 21 Desember, The New York Times melaporkan. Bahrain, Kanada, Arab Saudi dan Swiss telah sepenuhnya menyetujui vaksin tersebut.

Suntikan itu menggunakan molekul yang disebut mRNA sebagai basisnya. "Sepupu" molekuler DNA, mRNA berisi instruksi untuk membangun protein spesifik; dalam hal ini, mRNA dalam kode vaksin untuk protein lonjakan virus Corona, sebuah struktur yang menempel di permukaan virus dan digunakan untuk menginfeksi sel manusia. Begitu berada di dalam tubuh, vaksin menginstruksikan sel manusia untuk membangun protein ini, dan sistem kekebalan belajar untuk mengenali dan menyerangnya. Baca juga: Dicopot dari Ketua KPU, Arief Budiman: Saya Tak Pernah Lakukan Kejahatan Pemilu

Vaksin Moderna
Vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan biotek AS Moderna dan National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID) juga menggunakan mRNA sebagai basisnya dan diperkirakan 94,5% efektif mencegah COVID-19. Seperti vaksin Pfizer-BioNTech, vaksin ini diberikan dalam dua dosis, tapi dosis diberikan dengan jarak empat pekan, bukan tiga. Perbedaan lainnya adalah bahwa vaksin Moderna dapat disimpan pada suhu minus 4 F (minus 20 Celcius). Atau jauh lebih rendah dari kebutuhan pendinginan vaksin Pfizer.
Panduan Cepat Bagaimana Vaksin COVID-19 Digunakan dan Cara Kerjanya

FDA mengesahkan vaksin Moderna untuk penggunaan darurat pada 18 Desember, dan Israel serta European Medicines Agency, sebuah badan Uni Eropa, keduanya mengesahkan suntikan untuk penggunaan darurat pada Januari, menurut Times. Lalu Kanada sepenuhnya menyetujui vaksin pada 23 Desember.

Oxford-AstraZeneca
Vaksin yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan perusahaan farmasi AstraZeneca diperkirakan sekitar 70% efektif untuk mencegah COVID-19 -yang mengatakan, dalam uji klinis, menyesuaikan dosis tampaknya meningkatkan kemanjuran ini.
Panduan Cepat Bagaimana Vaksin COVID-19 Digunakan dan Cara Kerjanya

Pada orang yang diberi dua dosis ukuran penuh, dengan jarak 28 hari, vaksin itu 62% efektif; pada mereka yang diberi dosis setengah diikuti dengan dosis penuh, vaksin itu 90% efektif, menurut analisis awal. Namun, peserta uji klinis yang mendapat setengah dosis melakukannya karena kesalahan, dan beberapa ilmuwan mempertanyakan apakah hasil awal tersebut mewakili keampuhan vaksin.

Inggris dan Argentina mengesahkan vaksin Oxford-AstraZeneca untuk penggunaan darurat pada akhir Desember 2020, menyusul India serta Meksiko pada Januari 2021. Suntikan itu berisi versi adenovirus yang dilemahkan, virus flu biasa yang secara alami menginfeksi simpanse. Para ilmuwan memodifikasi virus sehingga tidak dapat mereplikasi dalam sel manusia dan kemudian menambahkan gen yang mengkode protein lonjakan virus Corona.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pandemi Covid-19 Dorong...
Pandemi Covid-19 Dorong Negara Asia Berinovasi dalam Teknologi Medis
WHO Tegaskan Orang Sehat...
WHO Tegaskan Orang Sehat Tak Perlu Disuntik Vaksin Covid-19
5 Negara Penghasil Vaksin...
5 Negara Penghasil Vaksin Covid-19
Riset AS Sebut Perlindungan...
Riset AS Sebut Perlindungan Vaksin Covid-19 Akan Menurun Setelah 6 Bulan
China Akui Pakai Kandungan...
China Akui Pakai Kandungan Berbeda untuk Vaksin Booster
Cegah COVID-19, Enovid...
Cegah COVID-19, Enovid Nose Sanitizer Siap Masuk ke Indonesia
Kemenkes Deteksi Ada...
Kemenkes Deteksi Ada 72 Kasus Covid-19 Varian Baru di Indonesia
Pandemi Covid-19 Dorong...
Pandemi Covid-19 Dorong Negara Asia Berinovasi dalam Teknologi Medis
Negara Bagian AS Gugat...
Negara Bagian AS Gugat Pfizer atas Klaim Vaksin Covid-19 yang Dianggap Menyesatkan
Rekomendasi
Komisi I DPR Setujui...
Komisi I DPR Setujui Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Nurul Arifin: Perkuat Pertahanan dan Tingkatkan Daya Gentar
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
57% Generasi Produktif...
57% Generasi Produktif di Pemilu 2029, Perindo Dorong Sinergi KPU dan Partai Perkuat Pendidikan Pemilih
Berita Terkini
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
Bisa 15 Kali Hybrid...
Bisa 15 Kali Hybrid Zoom, Logitech Kenalkan Rally AI Camera
Bukan Cuma Otomatisasi,...
Bukan Cuma Otomatisasi, Fitur AI Mekari Talenta Dorong HR Jadi Mitra Strategis Bisnis
Lewat Forum CorpU Association...
Lewat Forum CorpU Association Insight, Telkom Percepat Transformasi Talenta
Uni Eropa Perintahkan...
Uni Eropa Perintahkan Google Membuka Fitur AI Android
Infografis
Cara Diet dengan Jeruk...
Cara Diet dengan Jeruk Nipis agar Cepat Turunkan Berat Badan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved