India dan China Uji Ketahanan Vaksin Terhadap Mutasi COVID yang Cepat Menyebar
Rabu, 13 Januari 2021 - 02:00 WIB
loading...
A
A
A
“Persetujuan ini memastikan India memiliki pelindung vaksin tambahan di gudang 'persenjataannya', terutama terhadap strain mutan potensial dalam situasi pandemi yang dinamis -Keputusan strategis untuk keamanan vaksin kami,” cuit Menteri Kesehatan India, Harsh Vardhan, di akun Twitter-nya.
Ahli virologi ICMR Nivedita Gupta, mengatakan, para ilmuwan dewan sedang menguji apakah antibodi yang ditemukan dalam darah orang yang divaksinasi dengan Covaxin efektif dalam memblokir varian yang muncul di Inggris, yang disebut B.1.1.7. Diketahui, virus yang bermutasi itu sekarang juga beredar di India. "Hasilnya diharapkan keluar akhir bulan ini," katanya.
Laman Nature.com menyebutkan, dua tim peneliti di China telah menguji apakah mutasi spesifik pada lonjakan protein B.1.1.7 dapat membahayakan vaksin tidak aktif yang dikembangkan oleh Sinopharm, perusahaan farmasi yang dikelola negara. Mereka melaporkan, antibodi yang diproduksi oleh monyet dan manusia tervaksinasi dapat menetralkan varian tersebut dan hasilnya telah dikirimkan untuk dipublikasikan. Perusahaan sendiri belum merilis data kemanjuran rinci dari uji klinis vaksin. ( Baca juga: COVID-19 Diam-diam Menyebar Lagi di Wuhan, Pemerintah China Berbohong? )
Ahli virologi ICMR Nivedita Gupta, mengatakan, para ilmuwan dewan sedang menguji apakah antibodi yang ditemukan dalam darah orang yang divaksinasi dengan Covaxin efektif dalam memblokir varian yang muncul di Inggris, yang disebut B.1.1.7. Diketahui, virus yang bermutasi itu sekarang juga beredar di India. "Hasilnya diharapkan keluar akhir bulan ini," katanya.
Laman Nature.com menyebutkan, dua tim peneliti di China telah menguji apakah mutasi spesifik pada lonjakan protein B.1.1.7 dapat membahayakan vaksin tidak aktif yang dikembangkan oleh Sinopharm, perusahaan farmasi yang dikelola negara. Mereka melaporkan, antibodi yang diproduksi oleh monyet dan manusia tervaksinasi dapat menetralkan varian tersebut dan hasilnya telah dikirimkan untuk dipublikasikan. Perusahaan sendiri belum merilis data kemanjuran rinci dari uji klinis vaksin. ( Baca juga: COVID-19 Diam-diam Menyebar Lagi di Wuhan, Pemerintah China Berbohong? )
(iqb)
Lihat Juga :