Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Jatuh, Boeing 737 Terbagi 4 Jenis

Sabtu, 09 Januari 2021 - 20:18 WIB
loading...
Pesawat Sriwijaya Air...
Pesawat Sriwijaya Air SJY 182 . FOTO SKY TEAM
A A A
JAKARTA - Pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di Kepulauan Seribu adalah pesawat Boeing 737 - 524 Classic. Pernerbangan Sriwijaya Air Tujuan Jakarta-Pontianak hilang kontak. BACA JUGA - Ini Tipe Pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang Jatuh di Kepulauan Seribu

Pesawat ini adalah penumpang sipil (airliner) berjangkauan pendek hingga medium dan berbadan sempit yang diproduksi oleh Boeing Commercial Airplanes. Seri klasik diperkenalkan sebagai 'Generasi baru' dari 737.[1] Diproduksi dari 1984 sampai 2000, 1988 unit pesawat telah dikirim. (Baca juga: Pesawat Sriwijaya yang Hilang Kontak Angkut 53 Orang Dewasa, 5 Anak dan 1 Bayi)

Seperti dilansir dari skybrary.aero, di Indonesia, Boeing 737 merupakan "standar" armada bagi maskapai-maskapai di Indonesia. Hampir semua maskapai penerbangan di Indonesia pernah dan atau masih mengoperasikan 737, baik varian "original" (seri -200) varian "Classic" (seri -300, -400, dan -500), maupun "Next Generation" (seri -800 dan -900ER) Catatan: Varian 737 yang disebut di atas merupakan varian Boeing 737 yang pernah dan atau masih beroperasi di Indonesia. (Baca juga: Pesawat Sriwijaya Air Tujuan Pontianak Jatuh di Pulau Lancang, Kepulauan Seribu)

Seri-seri 737 dibagi menjadi empat Jenis, yaitu:

Original: Boeing 737 seri -100 dan -200 (Diproduksi pada tahun 1967 - 1988)
Klasik: Boeing 737 seri -300, -400, dan -500 (Diproduksi pada tahun 1983 - 2000)
Next-Generation (atau 737 NG): 737 seri -600, -700, -800, dan -900 (Diproduksi pada tahun 1997 - sekarang )
MAX (atau 737 MAX): 737 seri -7,-8, dan -9 (terbang perdana tahun 2017)
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
AS Resmi Mendakwa Mantan...
AS Resmi Mendakwa Mantan Presiden Kuba Raul Castro atas Penembakan 2 Pesawat
Rekomendasi
Cerita Perjalanan Revisi...
Cerita Perjalanan Revisi UU Polri, Kapolri Singgung Aksi Demo Agustus Kelam
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
Roy Suryo Laporkan Lechumanan...
Roy Suryo Laporkan Lechumanan dan Rismon Sianipar, Ade Darmawan: Berarti Dia Ngajak Perang
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved