Virus Corona Mutasi Inggris Terbukti 50% Lebih Cepat Menular

Jum'at, 08 Januari 2021 - 22:30 WIB
loading...
Virus Corona Mutasi...
Sampel dari warga di London diambil untuk pengujian COVID-19 mutasi di Inggris. Foto/Michael Ciaglo/Getty/Nature.com
A A A
LONDON - Dua analisis independen telah menemukan bahwa varian SARS-CoV-2 baru yang menggerus Inggris memang lebih mudah ditularkan daripada bentuk virus lainnya. (Baca juga: Epidemiolog Duga Varian Baru Corona Sudah Ada di Indonesia )

Eric Volz dan Neil Ferguson dari Imperial College London dan rekannya memeriksa hampir 2.000 genom varian, yang telah diberi label varian yang menjadi perhatian 202012/01. Genom dikumpulkan di Inggris Raya antara Oktober dan awal Desember 2020. Tim juga menganalisis hasil sekitar 275.000 tes COVID-19 Inggris yang dilakukan pada akhir 2020.

Dengan memperkirakan frekuensi varian dari waktu ke waktu, penulis menyimpulkan bahwa frekuensi tersebut secara kasar 50% lebih dapat ditularkan daripada varian lainnya. Para penulis juga menemukan bahwa penguncian Inggris pada November mengekang kasus COVID-19 yang disebabkan oleh sebagian besar varian virus -tetapi kasus yang terkait dengan varian baru meningkat. Temuan ini belum ditinjau oleh peneliti lainnya.

Tim terpisah juga menggunakan data genomik dan data lain untuk menganalisis penyebaran varian dalam beberapa bulan terakhir tahun 2020. Nicholas Davies dan rekannya di London School of Hygiene and Tropical Medicine memperkirakan bahwa varian baru 56% lebih dapat ditularkan daripada varian lain.

Namun penulis tidak menemukan bukti bahwa varian yang menjadi perhatian menyebabkan COVID-19 yang lebih parah daripada varian lain. Temuan ini sekarang sedang ditinjau oleh rekan sejawat. (Baca juga: Honda HR-V Generasi 2021 Mulai Meliuk-Liuk di Jalan )
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
Google Berniat Lepaskan...
Google Berniat Lepaskan 32 Juta Nyamuk Jantan Steril di AS
China Melakukan Penelitian...
China Melakukan Penelitian Reproduksi Manusia di Luar Angkasa
Apakah Kehidupan di...
Apakah Kehidupan di Planet Mirip Bumi K2-18b Memang Ada?
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
AI Bisa Memperpanjang...
AI Bisa Memperpanjang Masa Pakai Baterai Kendaraan Listrik
Peugeot Memperkenalkan...
Peugeot Memperkenalkan Mesin Bensin Turbo 100 Baru
Rekomendasi
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
Tio Pakusadewo Dirawat...
Tio Pakusadewo Dirawat Akibat Gangguan Jantung, Dewi Irawan Buka Donasi
Berita Terkini
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
Infografis
NASA Ungkap Penyebab...
NASA Ungkap Penyebab Kota New York Tenggelam Lebih Cepat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved