Dukung Pelestarian Budaya, Gubernur Sambut Selebrasi Lomba Website Beraksara Bali
Senin, 11 Januari 2021 - 12:29 WIB
loading...
Gubernur Bali, I Wayan Koster hadir di acara selebrasi lomba pembuatan website beraksara Bali. FOTO/ IST
A
A
A
BALI - Gubernur Bali, I Wayan Koster hadir di acara selebrasi lomba pembuatan website beraksara Bali yang diinisiasi oleh Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI), di gedung Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (UNUD), Sabtu 9 Januari 2021. (Baca: Covid-19 Diam-diam Menyebar Lagi di Wuhan, Pemerintah China Bohong?)
Dalam sambutannya, Wayan mengatakan bahwa kegiatan lomba website berkonten aksara Bali ini senada dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali yang dirumuskan olehnya ketika awal menjabat sebagai Gubernur. Baca juga: Pinangki Sirna Malasari Akan Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini)
"Di era perkembangan teknologi seperti sekarang ini, arus ini (modernisasi) bisa meninggalkan budaya kita, jadi karena itu silahkan teknologi maju terus, ilmu pengetahuan maju terus, teknologi digital maju terus tapi tidak boleh kita meninggalkan, melupakan budaya lokal," ungkap Gubernur Bali tersebut.
Wayan bersyukur dengan adanya lomba pembuatan website dengan konten aksara Bali ini, karena bisa menjadi salah satu strategi baru dalam hal pelestarian aksara Bali di era modernisasi seperti saat ini.
"Kalo sekarang dia dilombakan (aksara Bali) mengikuti cara perkembangan teknologi digital, ini adalah cara kolaborasi antara kemajuan global dengan tetap mempertahankan kearifan lokal, ini yang benar," pungkasnya.
Dalam sambutannya, Wayan mengatakan bahwa kegiatan lomba website berkonten aksara Bali ini senada dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali yang dirumuskan olehnya ketika awal menjabat sebagai Gubernur. Baca juga: Pinangki Sirna Malasari Akan Jalani Sidang Tuntutan Hari Ini)
"Di era perkembangan teknologi seperti sekarang ini, arus ini (modernisasi) bisa meninggalkan budaya kita, jadi karena itu silahkan teknologi maju terus, ilmu pengetahuan maju terus, teknologi digital maju terus tapi tidak boleh kita meninggalkan, melupakan budaya lokal," ungkap Gubernur Bali tersebut.
Wayan bersyukur dengan adanya lomba pembuatan website dengan konten aksara Bali ini, karena bisa menjadi salah satu strategi baru dalam hal pelestarian aksara Bali di era modernisasi seperti saat ini.
"Kalo sekarang dia dilombakan (aksara Bali) mengikuti cara perkembangan teknologi digital, ini adalah cara kolaborasi antara kemajuan global dengan tetap mempertahankan kearifan lokal, ini yang benar," pungkasnya.
Lihat Juga :