Gelombang Suara Gempa Bawah Air Ungkap Perubahan Pemanasan Laut

Kamis, 07 Januari 2021 - 21:38 WIB
loading...
A A A
Tetapi kelompok lingkungan melobi dan akhirnya menghentikan percobaan, menyatakan bahwa sinyal buatan manusia mungkin memiliki efek buruk pada mamalia laut, seperti yang dicatat Wunsch dalam komentar di terbitan Science yang sama.

40 tahun kemudian, para ilmuwan telah menentukan bahwa lautan sebenarnya adalah tempat yang sangat bising. "Sinyal buatan manusia yang diusulkan akan redup dibandingkan dengan gemuruh gempa, semburan gunung berapi di bawah laut dan erangan gunung es yang bertabrakan," kata seismolog Emile Okal dari Northwestern University di Evanston, Illinois.

Namun, Wu dan rekannya telah merancang solusi yang menghindari masalah lingkungan. Yakni, daripada menggunakan sinyal buatan manusia, mereka menggunakan gempa bumi. Saat gempa bawah laut bergemuruh, gempa melepaskan energi sebagai gelombang seismik yang dikenal sebagai gelombang P dan gelombang S yang bergetar melalui dasar laut. Sebagian dari energi itu memasuki air, dan ketika itu terjadi, gelombang seismik melambat, menjadi gelombang T.

Gelombang T tersebut juga dapat bergerak di sepanjang Selat SOFAR. Jadi, untuk melacak perubahan suhu lautan, Wu dan rekannya mengidentifikasi "pengulang" -gempa bumi yang ditentukan tim berasal dari lokasi yang sama, tetapi terjadi pada waktu yang berbeda.

Samudera Hindia Timur, kata Wu, dipilih untuk studi bukti konsep ini terutama karena sangat aktif secara seismik, menawarkan banyak gempa bumi semacam itu. Setelah mengidentifikasi lebih dari 2.000 repeater dari 2005 hingga 2016, tim tersebut kemudian mengukur perbedaan waktu tempuh gelombang suara melintasi Samudra Hindia Timur, rentang sekitar 3.000 kilometer. (Baca juga: Jelas Ya! Bandara Kertajati Tak Mau Saingi Soekarno-Hatta )
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Mengapa Waktu Seolah...
Mengapa Waktu Seolah Melambat ketika Bahaya Datang?
Mengapa Orbit Bumi Berputar...
Mengapa Orbit Bumi Berputar Tak Terkendali? Ternyata Ini Penyebabnya
Aliansi Kebangsaan Serukan...
Aliansi Kebangsaan Serukan Indonesia Berdamai dengan Alam Hadapi Krisis Iklim
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan...
Gempa M5,6 Guncang Kepulauan Sangihe, Simak Hasil Analisis BMKG
Rekomendasi
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
FIFA Tepis Isu Pengaturan...
FIFA Tepis Isu Pengaturan Skor Pertandingan di Piala Dunia 2026
Mahalnya Harga Stabilitas
Mahalnya Harga Stabilitas
Berita Terkini
LG Loves School Dukung...
LG Loves School Dukung Pembelajaran Berbasis Teknologi di SMKN 2 Tangerang Selatan
Samsung Bentuk Divisi...
Samsung Bentuk Divisi Robotika Khusus Mempercepat Strategi AI
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
Motorola Razr Fold Diluncurkan,...
Motorola Razr Fold Diluncurkan, Lipatan Smartphone Tidak Terlihat
Infografis
Populasi Hiu Martil...
Populasi Hiu Martil Hilang dari Gunung Bawah Laut Teluk California
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved