Efek Pandemik, Microsoft Putuskan untuk Hentikan Minecraft Earth

Kamis, 07 Januari 2021 - 08:01 WIB
loading...
Efek Pandemik, Microsoft...
Game Minecraft Earth. FOTO/ IST
A A A
JAKARTA - Selama pandemi Covid-19 mewabah di Bumi, game menjadi salah satu opsi yang bertumbuh sebagai upaya melepas kebosanan di rumah. Jumlah unduhan dari banyak judul game pun meningkat pesat. BACA JUGA - Cerita Perjuangan Ilmuwan Demi Membuat Vaksin COVID-19

Tetapi ternyata tidak berimbas kepada Minecraft Earth. Lantaran sulit dimainkan karena pandemik, Microsoft akhirnya memutuskan menghentikan game ini pada Juni 2021 mendatang. BACA JUGA - Simpan Banyak Fakta, Donald Trump Restui Pengungkapan UFO

Minecraft Earth dirancang agar pemainnya bergerak bebas, layaknya Pokemon Go. Dalam situasi saat ini, hal tersebut hampir mustahil untuk dilakukan.

"Kami memutuskan untuk mengakhiri dukungan untuk Minecraft Earth pada Juni 2021," tulis Microsoft dalam pernyataannya, dikutip dari situs resmi Minecraft Earth, Rabu (6/1/2021).

Sebelum penghentian, Microsoft telah merilis versi terakhir dari game ini, demi meminimalisasi waktu dan biaya pengembangan. Pemain hanya bisa mengunduh dan memainkan Maincraft Earth hingga 30 Juni 2021. Kemudian mulai 1 Juli 2021, Microsoft akan menghapus semua data pemain.

Minecraft Earth diluncurkan Microsoft pada Mei 2019 untuk menyaingi kepopuleran Pokemon Go. Penciptaannya dibantu dengan teknologi Augmented Reality, untuk mengajak pemain merasakan dunia nyata dan virtual.

Game ini berfokus pada interaksi sosial dengan orang lain, sebagai bagian dari upaya yang lebih besar dari Microsoft untuk memanfaatkan bantuan tim server cloud HoloLens dan Azure.

"Ini bukan keputusan mudah. Kami berupaya agar pemain dapat memaksimalkan permainan Minecraft Earth, " kata Microsoft
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Cara Memilih Tempat...
5 Cara Memilih Tempat Top Up Game yang Terpercaya, AntiScam!
Microsoft Klaim Chip...
Microsoft Klaim Chip Kuantum Baru 1.000 Kali Lebih Stabil
AS Kenalkan Mikroskop...
AS Kenalkan Mikroskop dengan Resolusi Detail hingga yang Terkecil
CEO Microsoft Yakin...
CEO Microsoft Yakin AI Akan Mendekati Kecerdasan Manusia dalam 18 Bulan
Game Mobile Action RPG...
Game Mobile Action RPG ‘The God of Highschool Legends’ Dirilis, GAMES+ Bidik Jadi Publisher Terkemuka
Higgs Games Island Jadi...
Higgs Games Island Jadi Hiburan Harian, Domino Jadi Permainan Favorit
Akui Pernah Lakukan...
Akui Pernah Lakukan KDRT ke Istri, Dede Sunandar Ungkap Alasannya
Dilarang Main Gim Daring,...
Dilarang Main Gim Daring, 3 Anak Bunuh Diri Bersama-sama
Terungkap! Ini Pertanyaan...
Terungkap! Ini Pertanyaan Jebakan Kelompok Teroris untuk Jaring Anak-anak
Rekomendasi
Tanggapi Aksi Mahasiswa,...
Tanggapi Aksi Mahasiswa, Eksponen 98 Nilai Pemerintah Sedang Jalankan Amanat Reformasi
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
Berita Terkini
Xbox Hadapi Tekanan...
Xbox Hadapi Tekanan Keuangan, CEO Mengancam Restrukturisasi
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Superkomputer Prediksi...
Superkomputer Prediksi 4 Pesepak Bola yang Bersinar di Piala Dunia 2026
Fenomena Titik Dingin...
Fenomena Titik Dingin Atlantik Utara Terdeteksi, Tanda-tanda Bumi Sekarat Kian Nyata
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved