Dicap Kementerian Tukang Blokir, Menkominfo Sebut Ada Sisi Baik dan Buruk

Senin, 04 Januari 2021 - 14:15 WIB
loading...
Dicap Kementerian Tukang...
Menkominfo, Johnny G Plate, saat mengikuti kegiatan Menkominfo Menyapa Rapat Virtual Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin (4/1/2021). Foto/Intan R/SINDOnws/Capture
A A A
JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate , menyebut kementerian di bawah naungannya sering dicap sebagai "kementerian tukang blokir". Cap yang diberikan ini memiliki dua sisi koin, yakni sisi baik dan buruk. (Baca juga: Menkominfo Johnny Sambut Baik Proses Merger Tri Indosat )

Sisi buruknya, Kementerian Kominfo sering dianggap sebagai kementerian yang represif di ruang digital. Tapi anggapan itu menjadi konsekuensi yang harus ditanggung, di mana penegakan hukum harus terjadi di mana saja, termasuk ruang digital.

"Dan itu konsekuensi di mana penegakan hukum itu dilakukan, di mana saja, baik di ruang fisik apalagi di ruang digital. Kalau dilakukan penegakan hukum ya dianggap represif, orang ingin bebas kok," tutur Johnny saat kegiatan "Menkominfo Menyapa Rapat Virtual Kementerian Komunikasi dan Informatika", Senin (4/1/2021).

Sementara di saat yang bersamaan, sisi lain koin mengharuskan Kementerian Kominfo untuk menjaga kenyamanan masyarakat di ruang digital. Jadi tindakan pemblokiran diklaim justru untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. "Ini harus kami pahami bersama-sama," imbuhnya.

Menkominfo mengatakan, selama literasi, edukasi, pendidikan, dan sosialisasi terkait pemanfaatan ruang digital dan media sosial belum dilakukan dengan baik, selama itulah Kementerian Kominfo akan dicap sebagai kementerian tukang blokir.

"Karena memang tugas Kementerian Kominfo melalui amanatnya Undang-Undang Dasar dan undang-undang, serta peraturan adalah menjaga ruang digital dan mengambil tindakan-tindakan tegas atas pelanggaran terhadap konstitunsi di negara kita di ruang digital," pungkasnya. (Baca juga: Sabina Altynbekova, Si Cantik yang Rajin Beribadah )
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Batasi Anak-anak Bermain...
Batasi Anak-anak Bermain Sosmed, Indonesia Panggil Google dan Meta
WhatsApp, Facebook,...
WhatsApp, Facebook, dan Instagram Diblokir Total di Rusia
Elon Musk Tuduh Aksi...
Elon Musk Tuduh Aksi Grok dan X di Beberapa Negara Terstruktur
Tak hanya Roblox, Face...
Tak hanya Roblox, Face Ikut Diblokir Rusia
Lonceng Kematian Digital...
Lonceng Kematian Digital di Negeri Kanguru: Meta Tunduk, Ribuan Akun Remaja Siap Dibekukan Desember Ini
Indonesia Blokir Sementara...
Indonesia Blokir Sementara TikTok, Ini Masalahnya
3,4 Juta Situs Judi...
3,4 Juta Situs Judi Online Telah Diblokir sejak Oktober 2024 hingga Mei 2026
200 Ribu Anak Terpapar...
200 Ribu Anak Terpapar Judi Online, 80 Ribu di Antaranya di Bawah 10 Tahun
Ikuti Langkah Australia,...
Ikuti Langkah Australia, Malaysia Akan Larang Anak-anak Gunakan Media Sosial
Rekomendasi
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Disomasi Tessa Kaunang,...
Disomasi Tessa Kaunang, Sandy Tumiwa Bantah Cemarkan Nama Baik
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Berita Terkini
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Infografis
Salat Tarawih 11 atau...
Salat Tarawih 11 atau 23 Rakaat, Semuanya Baik dan Sah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved