Rusia Uji Coba Rudal Anti-Satelit, Perang di Ruang Angkasa Dekati Kenyataan
Jum'at, 18 Desember 2020 - 04:59 WIB
loading...
A
A
A
Rusia kini telah mendemonstrasikan dua jenis senjata antariksa yang berbeda. Yaitu, misil DA-ASAT, yang diluncurkan dari darat, dan sistem berbasis antariksa yang oleh USSC disebut sebagai "co-orbital ASAT". Uji anti-satelit Rusia sebelumnya pada 15 Juli adalah jenis misi terakhir, di mana satelit Cosmos 2543 Rusia "menginjeksi objek baru ke orbit" serta "melakukan uji non-destruktif" senjata anti-satelit, kata pejabat USSC.
Terakhir kali Rusia meluncurkan rudal DA-ASAT seperti yang baru saja terjadi adalah pada 15 April. Ini terjadi sekitar dua bulan setelah Angkatan Luar Angkasa AS mulai melacak dua satelit Rusia yang mengintai satelit mata-mata AS di orbit.
Komandan pasukan Jenderal John "Jay" Raymond menggambarkannya sebagai "tidak biasa dan mengganggu" pada saat itu. Salah satu satelit tersebut adalah Cosmos 2543, satelit sama yang digunakan untuk uji co-orbital 15 Juli.
"Rusia telah menjadikan ruang angkasa sebagai domain peperangan dengan menguji senjata berbasis ruang angkasa dan darat yang dimaksudkan untuk menargetkan dan menghancurkan satelit," kata Dickinson.
"Fakta ini tidak sejalan dengan klaim publik Moskow bahwa Rusia berupaya mencegah konflik di luar angkasa. Luar angkasa sangat penting bagi semua negara. Ini adalah kepentingan bersama untuk menciptakan kondisi lingkungan ruang angkasa yang aman, stabil, dan berkelanjutan secara operasional," pungkasnya. (Baca juga: Survei Membuktikan: Belanja Online di RI Makin Ngetren )
Terakhir kali Rusia meluncurkan rudal DA-ASAT seperti yang baru saja terjadi adalah pada 15 April. Ini terjadi sekitar dua bulan setelah Angkatan Luar Angkasa AS mulai melacak dua satelit Rusia yang mengintai satelit mata-mata AS di orbit.
Komandan pasukan Jenderal John "Jay" Raymond menggambarkannya sebagai "tidak biasa dan mengganggu" pada saat itu. Salah satu satelit tersebut adalah Cosmos 2543, satelit sama yang digunakan untuk uji co-orbital 15 Juli.
"Rusia telah menjadikan ruang angkasa sebagai domain peperangan dengan menguji senjata berbasis ruang angkasa dan darat yang dimaksudkan untuk menargetkan dan menghancurkan satelit," kata Dickinson.
"Fakta ini tidak sejalan dengan klaim publik Moskow bahwa Rusia berupaya mencegah konflik di luar angkasa. Luar angkasa sangat penting bagi semua negara. Ini adalah kepentingan bersama untuk menciptakan kondisi lingkungan ruang angkasa yang aman, stabil, dan berkelanjutan secara operasional," pungkasnya. (Baca juga: Survei Membuktikan: Belanja Online di RI Makin Ngetren )
(iqb)
Lihat Juga :