VUI - 202012/01 Satu dari Ribuan Mutasi yang Berupaya Melawan Vaksin COVID-19
Kamis, 17 Desember 2020 - 21:11 WIB
loading...
Gambar mutasi virus corona. FOTO/ IST
A
A
A
LONDON - Temuan mutasi virus Corona VUI - 202012/01 yang menggemparkan Inggris tercatat hingga 13 Desember, 1.108 kasus virus korona telah diidentifikasi dengan varian baru, terutama di selatan dan timur Inggris. BACA JUGA - Temuan Mutasi Corona VUI - 202012/01, Ilmuwan Ragukan Khasiat Vaksin COVID-19
Menanggapi laporan ini, Direktur eksekutif program kedaruratan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Michael Ryan, mengatakan WHO mengetahui varian virus Corona VUI - 202012/01 sebagai mutasi baru. (Baca juga: FDA Siapkan Uji Vaksin Corona untuk Anak di Bawah 16 Tahun )
"Jenis evolusi dan mutasi ini sebenarnya cukup umum. Pertanyaannya, seperti yang baru-baru ini kami alami dengan varian cerpelai di Denmark dan variasi sebelumnya, seperti apakah ini membuat virus lebih serius? Apakah ini memungkinkan virus untuk menularkan dengan lebih mudah? Apakah dengan cara apa pun mengganggu diagnosis? Apakah ini akan mengganggu keefektifan vaksin?," katanya dalam konferensi pers virtual pada 14 Desember seperti dilansi situs resmi WHO.
Sementara itu, Kepala petugas medis Inggris Profesor Chris Whitty mengatakan dalam konferensi pers bahwa tidak ada yang menunjukkan bahwa vaksin tidak akan bekerja melawan rangkaian virus baru. Ia juga mengkonfirmasi bahwa tes usap COVID-19 saat ini yang digunakan di Inggris dapat mendeteksinya.
"Masih ada sebagian kecil dari populasi yang diperkirakan saat ini memiliki kekebalan karena infeksi sebelumnya," kata Whitty. Sehingga, menurutnya akan sangat mengejutkan, meskipun bukannya tidak mungkin sama sekali, jika rangkaian virus corona baru tersebut telah berevolusi untuk dapat menghindari vaksin.
Menanggapi laporan ini, Direktur eksekutif program kedaruratan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Michael Ryan, mengatakan WHO mengetahui varian virus Corona VUI - 202012/01 sebagai mutasi baru. (Baca juga: FDA Siapkan Uji Vaksin Corona untuk Anak di Bawah 16 Tahun )
"Jenis evolusi dan mutasi ini sebenarnya cukup umum. Pertanyaannya, seperti yang baru-baru ini kami alami dengan varian cerpelai di Denmark dan variasi sebelumnya, seperti apakah ini membuat virus lebih serius? Apakah ini memungkinkan virus untuk menularkan dengan lebih mudah? Apakah dengan cara apa pun mengganggu diagnosis? Apakah ini akan mengganggu keefektifan vaksin?," katanya dalam konferensi pers virtual pada 14 Desember seperti dilansi situs resmi WHO.
Sementara itu, Kepala petugas medis Inggris Profesor Chris Whitty mengatakan dalam konferensi pers bahwa tidak ada yang menunjukkan bahwa vaksin tidak akan bekerja melawan rangkaian virus baru. Ia juga mengkonfirmasi bahwa tes usap COVID-19 saat ini yang digunakan di Inggris dapat mendeteksinya.
"Masih ada sebagian kecil dari populasi yang diperkirakan saat ini memiliki kekebalan karena infeksi sebelumnya," kata Whitty. Sehingga, menurutnya akan sangat mengejutkan, meskipun bukannya tidak mungkin sama sekali, jika rangkaian virus corona baru tersebut telah berevolusi untuk dapat menghindari vaksin.
Lihat Juga :