Temuan Mutasi Corona VUI - 202012/01, Ilmuwan Ragukan Khasiat Vaksin COVID-19
Kamis, 17 Desember 2020 - 10:32 WIB
loading...
Gambar virus corona. FOTO/ Daily
A
A
A
LONDON - Varian baru virus corona menampilkan 17 perubahan pada bentuk asli Corona bermutasi dan dinamai VUI - 202012/01. Mutasi baru ini dinyakini akan membuat lonjakan orang yang terkena virus di tahun 2021. BACA JUGA-Vaksin Kebal COVID-19 Belum Terbukti, Bill Gates Minta Hindari Kerumunan
Seperti dilansir dari Daily, Pakar Inggris telah menganalisis varian baru virus corona dan mengatakan mereka telah menemukan 17 perubahan dari jenis asli penyakit mematikan tersebut. (Baca juga: FDA Siapkan Uji Vaksin Corona untuk Anak di Bawah 16 Tahun )
Banyak perubahan telah terjadi pada protein lonjakan virus, yang digunakannya untuk menempel pada sel manusia dan menyebabkan penyakit.
Ini penting karena sebagian besar vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan, termasuk Pfizer yang sudah mulai diluncurkan di Inggris.
Dikhawatirkan tidak dapat menghentikan orang menjadi kebal terhadap virus corona jika mereka telah terinfeksi dengan jenis yang berbeda ini dan tak dapat dilindungi oleh vaksin.
Ilmuwan termasuk kepala petugas medis Inggris Chris Whitty mengatakan "saat ini tidak ada bukti" bahwa varian baru akan menghentikan kerja vaksin. Strain baru, yang disebut VUI - 202012/01 pertama kali ditemukan pada bulan September di Kent 2020.
Sementara itu, Profesor Nick Loman, dari Institute of Microbiology and Infection di University of Birmingham, adalah anggota Covid-19 Genomics UK Consortium Inggris yang mempelajari mutasi tersebut.
Seperti dilansir dari Daily, Pakar Inggris telah menganalisis varian baru virus corona dan mengatakan mereka telah menemukan 17 perubahan dari jenis asli penyakit mematikan tersebut. (Baca juga: FDA Siapkan Uji Vaksin Corona untuk Anak di Bawah 16 Tahun )
Banyak perubahan telah terjadi pada protein lonjakan virus, yang digunakannya untuk menempel pada sel manusia dan menyebabkan penyakit.
Ini penting karena sebagian besar vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan, termasuk Pfizer yang sudah mulai diluncurkan di Inggris.
Dikhawatirkan tidak dapat menghentikan orang menjadi kebal terhadap virus corona jika mereka telah terinfeksi dengan jenis yang berbeda ini dan tak dapat dilindungi oleh vaksin.
Ilmuwan termasuk kepala petugas medis Inggris Chris Whitty mengatakan "saat ini tidak ada bukti" bahwa varian baru akan menghentikan kerja vaksin. Strain baru, yang disebut VUI - 202012/01 pertama kali ditemukan pada bulan September di Kent 2020.
Sementara itu, Profesor Nick Loman, dari Institute of Microbiology and Infection di University of Birmingham, adalah anggota Covid-19 Genomics UK Consortium Inggris yang mempelajari mutasi tersebut.
Lihat Juga :