FDA Setujui Babi Hasil Rekayasa Genetik untuk Makanan dan Transplantasi
Rabu, 16 Desember 2020 - 02:44 WIB
loading...
A
A
A
FDA memutuskan babi GalSafe aman untuk dimakan dan mereka tidak memiliki tingkat alpha-gal yang terdeteksi di jaringan dagingnya. Namun badan tersebut tidak mengevaluasi apakah mereka benar-benar mencegah alergi daging.
Selain itu, FDA mencatat setiap perusahaan yang ingin menggunakan babi ini dalam produk medis perlu mendapatkan persetujuan terpisah dari FDA untuk penggunaan medis tersebut.
Sementara itu, perusahaan yang membuat babi GalSafe, Revivicor Inc., mengatakan, mereka awalnya berencana untuk menjual daging babi dari GalSafe melalui pesanan pos, bukan di supermarket.
Babi GalSafe bukanlah hewan rekayasa genetika pertama yang disetujui untuk dikonsumsi manusia. Pada 2015, FDA menyetujui jenis salmon, yang dikenal sebagai AquAdvantage, yang direkayasa secara genetik untuk memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih cepat, menurut STAT News. Tapi dalam kasus itu, persetujuannya hanya untuk penggunaan makanan dan bukan penggunaan medis. (Baca juga: Terlibat Kecelakaan Beruntun di Kemang, Selebgram Cantik Ini Sempat Berusaha Kabur )
Selain itu, FDA mencatat setiap perusahaan yang ingin menggunakan babi ini dalam produk medis perlu mendapatkan persetujuan terpisah dari FDA untuk penggunaan medis tersebut.
Sementara itu, perusahaan yang membuat babi GalSafe, Revivicor Inc., mengatakan, mereka awalnya berencana untuk menjual daging babi dari GalSafe melalui pesanan pos, bukan di supermarket.
Babi GalSafe bukanlah hewan rekayasa genetika pertama yang disetujui untuk dikonsumsi manusia. Pada 2015, FDA menyetujui jenis salmon, yang dikenal sebagai AquAdvantage, yang direkayasa secara genetik untuk memiliki tingkat pertumbuhan yang lebih cepat, menurut STAT News. Tapi dalam kasus itu, persetujuannya hanya untuk penggunaan makanan dan bukan penggunaan medis. (Baca juga: Terlibat Kecelakaan Beruntun di Kemang, Selebgram Cantik Ini Sempat Berusaha Kabur )
(iqb)
Lihat Juga :