Petinggi Facebook Pertanyakan Soal Tuntutan Akuisisi WhatsApp dan Instagram
Senin, 14 Desember 2020 - 10:55 WIB
loading...
COO Facebook Sheryl Sandberg membantah bahwa Facebook terkesan monopoli dan tak punya kompetitor.
A
A
A
MENLO PARK - Chief Operating Officer Facebook Sherly Sandberg mempertanyakan tentang dua tuntutan hukum antimonopoli terhadap WhatsAppp dan Instagram . Tuntutan itu memaksa Facebook untuk menjual atau melepaskan kedua perusahaan media sosial tersebut. BACA JUGA: Snapdragon 888 Bisa Kontrol Mobil RC dari Jarak Jauh Tanpa Ngelag di Jaringan 5G mmWave
Dia mengatakan bahwa akuisisi yang dilakukan Facebook pada tahun 2012 dan 2014 terhadap WhatsApp dan Instagram, telah disetujui oleh pemerintah Amerika Serikat.
"Akuisisi itu sudah diizinkan dan jika Anda bisa membeli sebuah perusahaan, kemudian 8 tahun dan 10 tahun berlalu, pemerintah bisa membatalkannya,"kata Sandberg dalam sebuah wawancara dengan Tamron Hall yang dikutip dari CNBC, Senin (14/12).
BACA JUGA: Wow, Hasil Video Kamera 108 MP Xiaomi Mi 10T Pro dengan OIS Stabil Banget!
"Tindakan itu bisa menjadi masalah besar yang menakutkan bisnis Amerika, kita tidak akan kompetitif di dunia," sambungnya.
Pernyataan Sandberg ini sebagai lanjutan dari tanggapan yang telah dibuat Facebook pekan lalu atas tuntutan hukum yang diajukan oleh Federal Trade Commisions (FTC) koalisi Jaksa Agung dari 48 negara bagian dan teritori.
Sandberg juga membantah bahwa Facebook terkesan monopoli dan tak punya kompetitor. Menurutnya, ada beberapa perusahaan yang telah menjadi saingan Facebook.
“Ada layanan kami, tapi juga ada iMessage, ada TikTok, ada Snapchat, banyak di antaranya telah berkembang sangat besar, sangat cepat,” tuturnya.
BACA JUGA: Ini Lima Tipe Penonton Netflix di Indonesia Berdasarkan Tontonan Favorit Mereka!
Dia mengatakan bahwa akuisisi yang dilakukan Facebook pada tahun 2012 dan 2014 terhadap WhatsApp dan Instagram, telah disetujui oleh pemerintah Amerika Serikat.
"Akuisisi itu sudah diizinkan dan jika Anda bisa membeli sebuah perusahaan, kemudian 8 tahun dan 10 tahun berlalu, pemerintah bisa membatalkannya,"kata Sandberg dalam sebuah wawancara dengan Tamron Hall yang dikutip dari CNBC, Senin (14/12).
BACA JUGA: Wow, Hasil Video Kamera 108 MP Xiaomi Mi 10T Pro dengan OIS Stabil Banget!
"Tindakan itu bisa menjadi masalah besar yang menakutkan bisnis Amerika, kita tidak akan kompetitif di dunia," sambungnya.
Pernyataan Sandberg ini sebagai lanjutan dari tanggapan yang telah dibuat Facebook pekan lalu atas tuntutan hukum yang diajukan oleh Federal Trade Commisions (FTC) koalisi Jaksa Agung dari 48 negara bagian dan teritori.
Sandberg juga membantah bahwa Facebook terkesan monopoli dan tak punya kompetitor. Menurutnya, ada beberapa perusahaan yang telah menjadi saingan Facebook.
“Ada layanan kami, tapi juga ada iMessage, ada TikTok, ada Snapchat, banyak di antaranya telah berkembang sangat besar, sangat cepat,” tuturnya.
BACA JUGA: Ini Lima Tipe Penonton Netflix di Indonesia Berdasarkan Tontonan Favorit Mereka!
(dan)
Lihat Juga :