Ericsson: 1 Miliar Orang Terjangkau Jaringan 5G di 2020
Minggu, 13 Desember 2020 - 23:38 WIB
loading...
A
A
A

Menurut laporan “Harnessing the 5G Consumer Potential baru dari Ericsson ConsumerLab”, pasar konsumen 5G dapat bernilai USD31 triliun pada 2030 secara global, dengan penyedia layanan komunikasi (CSP) menghasilkan USD3,7 triliun dari jumlah tersebut.
Di Asia Tenggara, India, dan Oseania, laporan tersebut memperkirakan bahwa penyedia layanan komunikasi dapat meraih pendapatan senilai 297 miliar dolar AS dari konsumen 5G pada 2030. 79% dari pendapatan penyedia layanan digital 5G, yang diperkirakan mencapai 7,5 miliar dolar AS pada 2030, akan didorong oleh video dan musik HiFi, yang ditingkatkan. Layanan digital 5G, termasuk video, musik, gaming, augmented/virtual reality, dan layanan IoT konsumen.
Sementara itu, studi potensi Bisnis 5G di Indonesia menggambarkan transformasi berbasis ICT skala besar yang dihadapi oleh semua industri secara vertikal, memungkinkan pendapatan digitalisasi sebesar USD44,2 miliar pada 2030, dimana 39% nilainya dimungkinkan oleh teknologi 5G. Dari total nilai tersebut, sebesar 47% atau sekitar 8,2 miliar bisa didapatkan oleh operator.
“Penerapan 5G di Indonesia akan memainkan peran penting dalam menciptakan pendapatan bagi penyedia layanan melalui konsumen dan perusahaan, serta mendukung agenda transformasi digital pemerintah,” ujar Jerry.
Paruh kedua tahun ini juga telah dilakukan sejumlah peluncuran 5G Ericsson secara komersial di Asia Tenggara dan Oseania dengan jaringan langsung kini hadir di Australia, Selandia Baru, dan Thailand. Lelang spektrum yang direncanakan berlangsung pada 2021 di negara, seperti Malaysia, akan menambah deretan pengimplementasian 5G di tahun depan. BACA JUGA: Tips Cara Mengajak Anak Belajar Menggunakan Tablet Samsung Galaxy Tab A7
(dan)
Lihat Juga :