LAPAN Pastikan Hujan Meteor di Pekan Kedua Desember 2020
Selasa, 08 Desember 2020 - 06:03 WIB
loading...
A
A
A
Saat itu, Bulan terletak di konstelasi Libra ketika perige. Tetapi baru dapat disaksikan sejak pukul 04.00 WIB hingga terbit Matahari, karena Bulan masih berada di bawah ufuk ketika puncak perige.
Meteor Geminid (13 - 14 Desember)
Hujan meteor Geminid adalah hujan meteor yang titik radiannya berada di konstelasi Gemini. Hujan meteor ini bisa disaksikan sejak pukul 20.00 WIB (13/12/2020) sampai pukul 05.00 WIB (14/12/2020).
Intensitar turunnya hujan meteor ini sekitar 86 - 107 meteor per jam untuk wilayah Indonesia, dengan ketinggian titik radian ketika kulminasi bervariasi, mulai 45 derajat (Pulau Rote) hingga 62 derajat (Pulau Weh).
Bulan Sabit Tua (14 Desember)
Bulan Sabit tua bisa disaksikan terakhir kali dengan mata telanjang sejak pukul 04.50 WIB hingga terbit Matahari pukul 05.30 WIB, dengan jarak toposentris 361.743 km, iluminasi 0,79%, magnitudo visual -4,99 dan lebar sudut 0,13 menit busur.
Meteor Geminid (13 - 14 Desember)
Hujan meteor Geminid adalah hujan meteor yang titik radiannya berada di konstelasi Gemini. Hujan meteor ini bisa disaksikan sejak pukul 20.00 WIB (13/12/2020) sampai pukul 05.00 WIB (14/12/2020).
Intensitar turunnya hujan meteor ini sekitar 86 - 107 meteor per jam untuk wilayah Indonesia, dengan ketinggian titik radian ketika kulminasi bervariasi, mulai 45 derajat (Pulau Rote) hingga 62 derajat (Pulau Weh).
Bulan Sabit Tua (14 Desember)
Bulan Sabit tua bisa disaksikan terakhir kali dengan mata telanjang sejak pukul 04.50 WIB hingga terbit Matahari pukul 05.30 WIB, dengan jarak toposentris 361.743 km, iluminasi 0,79%, magnitudo visual -4,99 dan lebar sudut 0,13 menit busur.
Lihat Juga :