Riset Kondisi Bumi Kritis Terbukti, Tanah di Jateng Terus Turun hingga 10cm
Sabtu, 05 Desember 2020 - 14:32 WIB
loading...
Ilustrasi kondisi tanah di Jawa Tengah amblas. FOTO/ DOK SINDOnews
A
A
A
SEMARANG - Para ilmuwan menyebut Bumi mulai berdenyut tiap 26 detik sekali hal ini diklaim bumi terdeteksi dalam keadaan genting. Hal ini terbukti Kajian Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan (PATGL) Badan Geologi Kementerian ESDM mengungkapkan sejumlah wilayah tersebut terjadi penurunan antara 6 - 10 sentimeter (cm) per tahunnya. BACA JUGA - Berdenyut 26 Detik Sekali, Ahli Sebut Bumi dalam Keadaan Genting
Masyarakat Jawa Tengah diminta harus beradaptasi dan mengantisipasi terjadinya penurunan muka tanah yang terus berlangsung di wilayah pesisir utara.
BACA JUGA - Air Laut Terus Naik, NASA Teliti Gejala Tak Biasa Bumi dari Angkasa
Kepala PATGL Andiani menguraikan, fenomena penurunan muka tanah ini dimonitoring secara komperhensif pada tahun 2020. "Kami melihat amblesan yang terjadi di sejumlah daerah, meskipun kami belum melakukan kajian dari segi tingkat keparahan," kata Andiani dalam keterangan pers resminya, Selasa (1/11/2020).
(Baca juga : Satgas Sebut 24 Daerah Gelar Pilkada Berada di Zona Merah COVID-19 )
Berdasarkan hasil monitoring, sambung Andiani, penurunan tanah di wilayah Semarang bisa mencapai lebih dari 10 cm per tahun. Sementara untuk wilayah Pekalongan sejak pemantauan bulan Mei 2020 sekitar 0,5 cm per bulan. Besaran ini sama dengan hasil pemantauan yang terjadi di Kendal di 2016.
Masyarakat Jawa Tengah diminta harus beradaptasi dan mengantisipasi terjadinya penurunan muka tanah yang terus berlangsung di wilayah pesisir utara.
BACA JUGA - Air Laut Terus Naik, NASA Teliti Gejala Tak Biasa Bumi dari Angkasa
Kepala PATGL Andiani menguraikan, fenomena penurunan muka tanah ini dimonitoring secara komperhensif pada tahun 2020. "Kami melihat amblesan yang terjadi di sejumlah daerah, meskipun kami belum melakukan kajian dari segi tingkat keparahan," kata Andiani dalam keterangan pers resminya, Selasa (1/11/2020).
(Baca juga : Satgas Sebut 24 Daerah Gelar Pilkada Berada di Zona Merah COVID-19 )
Berdasarkan hasil monitoring, sambung Andiani, penurunan tanah di wilayah Semarang bisa mencapai lebih dari 10 cm per tahun. Sementara untuk wilayah Pekalongan sejak pemantauan bulan Mei 2020 sekitar 0,5 cm per bulan. Besaran ini sama dengan hasil pemantauan yang terjadi di Kendal di 2016.
Lihat Juga :