AS, China, UEA Berebut Planet Mars, India Segera Invasi Venus
Rabu, 02 Desember 2020 - 07:16 WIB
loading...
A
A
A
Peluang peluncuran cadangan tersedia ketika Venus dan Bumi selanjutnya sejajar pada pertengahan 2026. Peluncuran pada tahun tersebut berfungsi meminimalkan penggunaan bahan bakar pesawat ruang angkasa selama transit planet.
Space.com menyatakan, Shukrayaan akan diluncurkan dengan roket GSLV Mk II India. Tetapi mungkin saja mereka akan menggunakan roket GSLV Mk III yang lebih kuat untuk membawa lebih banyak instrumen atau bahan bakar, kata Antonita kepada komite. ISRO akan membuat keputusan akhir dalam tiga hingga enam bulan ke depan.
Pesawat ruang angkasa itu akan membawa beberapa instrumen untuk menyelidiki lingkungan Venus. Instrumen andalannya adalah radar apertur sintetis untuk memeriksa permukaan Venus, yang diselimuti oleh awan tebal sehingga tidak mungkin untuk melihat permukaan dalam cahaya tampak. Versi sebelumnya terbang di pesawat ruang angkasa Chandrayaan-2 India yang sekarang mengorbit Bulan.
Instrumen lain adalah kolaborasi Swedia-India yang dikenal sebagai Venusian Neutrals Analyzer, yang akan memeriksa bagaimana partikel bermuatan dari matahari berinteraksi dengan atmosfer Venus, menurut The Economic Times. Generasi awal instrumen ini diluncurkan dalam misi Bulan Chandrayaan-1 India tahun 2008-2009, mempelajari bagaimana partikel matahari memengaruhi dunia dengan atmosfer yang jauh lebih lemah.
"Shukrayaan juga akan membawa instrumen ke Venus untuk memeriksa atmosfer planet dalam panjang gelombang inframerah, ultraviolet dan submilimeter," kata Antonita.
Space.com menyatakan, Shukrayaan akan diluncurkan dengan roket GSLV Mk II India. Tetapi mungkin saja mereka akan menggunakan roket GSLV Mk III yang lebih kuat untuk membawa lebih banyak instrumen atau bahan bakar, kata Antonita kepada komite. ISRO akan membuat keputusan akhir dalam tiga hingga enam bulan ke depan.
Pesawat ruang angkasa itu akan membawa beberapa instrumen untuk menyelidiki lingkungan Venus. Instrumen andalannya adalah radar apertur sintetis untuk memeriksa permukaan Venus, yang diselimuti oleh awan tebal sehingga tidak mungkin untuk melihat permukaan dalam cahaya tampak. Versi sebelumnya terbang di pesawat ruang angkasa Chandrayaan-2 India yang sekarang mengorbit Bulan.
Instrumen lain adalah kolaborasi Swedia-India yang dikenal sebagai Venusian Neutrals Analyzer, yang akan memeriksa bagaimana partikel bermuatan dari matahari berinteraksi dengan atmosfer Venus, menurut The Economic Times. Generasi awal instrumen ini diluncurkan dalam misi Bulan Chandrayaan-1 India tahun 2008-2009, mempelajari bagaimana partikel matahari memengaruhi dunia dengan atmosfer yang jauh lebih lemah.
"Shukrayaan juga akan membawa instrumen ke Venus untuk memeriksa atmosfer planet dalam panjang gelombang inframerah, ultraviolet dan submilimeter," kata Antonita.
Lihat Juga :