Pesawat Ruang Angkasa China Chang'e 5 Sukses Mendarat di Bulan

Rabu, 02 Desember 2020 - 03:26 WIB
loading...
A A A
Misi Chang'e 5 T1 mengirim prototipe kapsul kembali di sekitar bulan dan kembali ke Bumi pada Oktober 2014 untuk membantu mempersiapkan Chang'e 5. Dan pada Januari 2019, duo penjelajah pendarat Chang'e 4 melakukan yang pertama, yakni mendarat di sisi jauh Bulan yang misterius, yang sebagian besar belum dijelajahi. Kedua robot Chang'e 4 tetap beroperasi hari ini, seperti halnya pendarat Chang'e 3.

Meskipun Chang'e 5 memiliki masa operasional yang sangat singkat, misi ini dirancang untuk memiliki dampak jangka panjang. Bagaimanapun, para ilmuwan masih 382 kg material Bulan yang dibawa ke Bumi oleh misi Apollo NASA dari tahun 1969 hingga 1972. (Lihat juga: Pesawat Luar Angkasa China Berhasil Masuk Orbit Bulan )

Beberapa bahan Apollo berasal dari Oceanus Procellarum, dataran vulkanik besar yang dieksplorasi Apollo 12 pada akhir 1969. Tetapi batuan Mons Rümker terbentuk hanya 1,2 miliar tahun lalu, sedangkan semua sampel yang dikumpulkan oleh astronot Apollo berusia lebih dari 3 miliar tahun. .

"Karena itu, Chang'e 5 akan membantu para ilmuwan memahami apa yang terjadi di akhir sejarah bulan, serta bagaimana Bumi dan tata surya berevolusi," tulis Planetary Society nirlaba dalam deskripsi misinya. (Baca juga: 7 Pekerja Proyek Tersambar Petir, 3 Tewas dan 4 Terluka )

Chang'e 5 bukan satu-satunya perlombaan pengembalian sampel benda ruang angkasa di Bumi. Misi Hayabusa2 Jepang dijadwalkan untuk mengirimkan potongan-potongan asteroid Ryugu ke Bumi pada 5 Desember, dan penyelidikan OSIRIS-REx NASA mengumpulkan sampel batuan luar angkasa Bennu pada akhir Oktober. Sampel Bennu tersebut rencananya akan pulang ke Bumi pada September 2023.
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
AI Bisa Memperpanjang...
AI Bisa Memperpanjang Masa Pakai Baterai Kendaraan Listrik
Rekomendasi
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved