Benarkah China Kalahkan AS Cs dalam Perlombaan Luar Angkasa?
Minggu, 29 November 2020 - 13:25 WIB
loading...
Penjelajah Yutu 2 China, seperti yang terlihat oleh pendarat Change 4 di sisi jauh Bulan. Foto/CNSA
A
A
A
WASHINGTON - China telah menjadi satu-satunya negara yang mendarat di Bulan selama lebih dari 40 tahun, tepatnya sejak program Soviet Luna. (Baca juga: Roket Misi Bulan China Jatuh Tak Terkontrol Dekat Mauritania )
Dalam tulisan opininya di Live Science, ilmuwan planet, John Bridges, menilai, misi Chang'e baru-baru ini (1-4) menunjukkan bahwa China tidak hanya dapat mengorbit dan mendarat di Bulan, tetapi juga berhasil mengoperasikan penjelajah. Pada 24 November, Administrasi Luar Angkasa Nasional China (CNSA) meluncurkan Chang'e 5 -seri terbaru.
Misi untuk mengumpulkan dan mengembalikan sampel ini sangat mengesankan. Pendaratan yang gagal baru-baru ini di Bulan oleh misi yang didanai swasta Israel dan pendarat Vikram India menunjukkan betapa masih menantangnya misi semacam itu.
Jadi apakah ini hanya kasus China yang menggunakan eksplorasi ruang angkasa untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kemampuan ilmiah dan teknologinya yang baru menyaingi kemampuan Barat? Dan jika ya, apa konsekuensinya?
Misi Luar Angkasa
Chang'e 5 dimaksudkan untuk mengumpulkan sampel dari Mons Rümker, kubah selebar 70 km, setinggi 500 meter yang terbuat dari basal di wilayah Oceanus Procellarum Mare di Bulan.
Rencananya adalah membawa kembali 2 kg sampel yang dibor dan diambil untuk dibawa pulang ke Bumi. Jika misinya berhasil, ilmuwan planet akan dapat menguji beberapa teori kunci tentang asal mula Bulan dan planet berbatu Tata Surya bagian dalam, yang berasal dari era Apollo.
Dalam tulisan opininya di Live Science, ilmuwan planet, John Bridges, menilai, misi Chang'e baru-baru ini (1-4) menunjukkan bahwa China tidak hanya dapat mengorbit dan mendarat di Bulan, tetapi juga berhasil mengoperasikan penjelajah. Pada 24 November, Administrasi Luar Angkasa Nasional China (CNSA) meluncurkan Chang'e 5 -seri terbaru.
Misi untuk mengumpulkan dan mengembalikan sampel ini sangat mengesankan. Pendaratan yang gagal baru-baru ini di Bulan oleh misi yang didanai swasta Israel dan pendarat Vikram India menunjukkan betapa masih menantangnya misi semacam itu.
Jadi apakah ini hanya kasus China yang menggunakan eksplorasi ruang angkasa untuk menunjukkan kepada dunia bahwa kemampuan ilmiah dan teknologinya yang baru menyaingi kemampuan Barat? Dan jika ya, apa konsekuensinya?
Misi Luar Angkasa
Chang'e 5 dimaksudkan untuk mengumpulkan sampel dari Mons Rümker, kubah selebar 70 km, setinggi 500 meter yang terbuat dari basal di wilayah Oceanus Procellarum Mare di Bulan.
Rencananya adalah membawa kembali 2 kg sampel yang dibor dan diambil untuk dibawa pulang ke Bumi. Jika misinya berhasil, ilmuwan planet akan dapat menguji beberapa teori kunci tentang asal mula Bulan dan planet berbatu Tata Surya bagian dalam, yang berasal dari era Apollo.
Lihat Juga :