Teknologi Pendeteksi dan Analisis Kesehatan Kulit

Sabtu, 28 November 2020 - 10:15 WIB
loading...
Teknologi Pendeteksi...
Sebuah demonstrasi sinar-T untuk memindai kulit seseorang. Foto/Universitas Warwick
A A A
PARA peneliti dari University of Warwick dan The Chinese University of Hong Kong (CUHK) telah membuat metode baru untuk menganalisis struktur kulit . Mereka menggunakan radiasi yang dikenal sebagai radiasi terahertz (THz) atau sinar-T.

Cara kerja sinar-T ditembakkan dari beberapa sudut berbeda untuk mengetahui gambaran lebih rinci tentang struktur area kulit dan tingkat dehidrasi. Sinar-T juga dapat membantu meningkatkan diagnosisi dan pengobatan kulit seperti eksim, psoriasis, dan kanker kulit. (Baca: Antara Cacian dan Doa yang Dikabulkan)

Metode ini dapat memberikan alat baru bagi para ilmuwan dan dokter untuk mengarakterisasi sifat-sifat kulit pada setiap individu. Pengetahuan tentang kulit akan membantu mengelola dan merawat kondisi kulit.

Sinar-T berada di antara inframerah dan Wi-Fi pada spektrum elektromagnetik. Sinar-T dapat melihat melalui banyak bahan umum seperti plastik, keramik, dan pakaian sehingga menjadikannya berpotensi dalam inspeksi noninvasif. Foton berenergi rendah dari sinar-T juga nonpengion, yang membuatnya sangat aman dalam pengaturan biologis, termasuk keamanan dan pemeriksaan medis.

Sinar-T melewati l apisan luar kulit (stratum korneum dan epidermis) sebelum dipantulkan kembali menjadi area yang dapat dideteksi karena sinar-T tidak bisa menembus jaringan lebih dalam di bawah kulit. Ini membuat pencitraan sinar-T menjadi cara yang kemungkinan efektif untuk memantau lapisan terluar.

Untuk mengujinya, sinar-T difokuskan ke kulit melalui prisma dan menyelaraskan sinar pada suatu bidang dengan fokus tertentu. Penyinaran bergantung pada sifat kulit dan cahaya yang akan dipantulkan kembali. Hal ini akan memudahkan para ilmuwan dalam membandingkan sifat cahaya sebelum dan sesudah masuk ke kulit. (Baca juga: Seleksi Guru PPPK, Guru Wajib Terdaftar di Dapodik)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Melihat Lebih Dekat...
Melihat Lebih Dekat Fasilitas Penyimpanan Limbah Nuklir Pertama di Dunia
Penemuan Mengejutkan...
Penemuan Mengejutkan dari Mumi Oezti Berusia 5.000 Tahun Dibeberkan
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Angkat Pangan dan Nutrisi,...
Angkat Pangan dan Nutrisi, Peneliti Indonesia Masuk Daftar Asian Scientist 100
AI Bisa Memperpanjang...
AI Bisa Memperpanjang Masa Pakai Baterai Kendaraan Listrik
Rekomendasi
Dari Suara Tawa hingga...
Dari Suara Tawa hingga Sosok di Atas Pohon, Ini Pengalaman Paling membekas bagi Angga ABK!
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Berkali-kali Muncul...
Berkali-kali Muncul Korban Tenggelam, Warga Mulai Curiga Ada yang Tak Beres di Tempat Ini
Berita Terkini
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Mantap! Telkom Bagikan...
Mantap! Telkom Bagikan Dividen Saham Rp21,9 Triliun dari Hasil Buku 2025
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved