Lebih Murah, Vaksin Oxford Diumumkan Efektif Cegah COVID-19 hingga 90%

Selasa, 24 November 2020 - 04:08 WIB
loading...
A A A
Vaksin Oxford bekerja secara berbeda dari vaksin Pfizer dan Moderna. Dua vaksin terakhir didasarkan pada teknologi baru yang menggunakan pembawa pesan genetik untuk mendorong sistem kekebalan membangun protein lonjakan virus Corona, yang pada gilirannya, mendorong sistem kekebalan untuk membuat gudang sel untuk menyerang virus jika seseorang secara alami, terekspos.

Vaksin Universitas Oxford mengambil pendekatan yang lebih tradisional. Vaksin ini terdiri dari versi virus flu biasa yang dilemahkan, yang disebut adenovirus, yang menginfeksi simpanse. Virus ini diubah secara genetik sehingga tidak dapat bereplikasi pada manusia, dan memiliki gen yang ditambahkan dalam kode tersebut untuk protein lonjakan virus Corona. Ini, pada gilirannya, mengajarkan sistem kekebalan untuk mengenali protein lonjakan dan menyerang virus jika seseorang terpapar secara alami.

Sementara vaksin Universitas Oxford menunjukkan kemanjuran yang lebih rendah daripada Pfizer dan Moderna, ada keuntungan dari vaksin sebelumnya. Misalnya, vaksin jauh lebih murah per dosis daripada dua lainnya dan dapat disimpan di lemari es biasa dengan suhu 35,6 hingga 46,4 derajat Fahrenheit (2 hingga 8 derajat Celcius).

Sebaliknya, vaksin Pfizer harus disimpan dalam kondisi sangat dingin yang kemungkinan akan menjadi penghalang bagi penyimpanan dan distribusi.

“Karena vaksin dapat disimpan pada suhu lemari es, maka vaksin dapat didistribusikan ke seluruh dunia dengan menggunakan sistem distribusi imunisasi normal,” kata Pollard. "Jadi tujuan kami… untuk memastikan bahwa kami memiliki vaksin yang dapat diakses di mana-mana, saya pikir kami benar-benar berhasil melakukannya." (Baca juga: Pakar: Kekuatan Dunia Makin Angkuh, PBB Kian Mengerdil )
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kenalkan Mikroskop...
AS Kenalkan Mikroskop dengan Resolusi Detail hingga yang Terkecil
China Siap Kenalkan...
China Siap Kenalkan Aplikasi Pengganti Injeksi ke Tubuh Manusia Tanpa Suntikan
Kenapa Ilmuwan Lebih...
Kenapa Ilmuwan Lebih Pilih Menjelajahi Luar Angkasa Dibandingkan Lautan
Mengapa Mumi Prasejarah...
Mengapa Mumi Prasejarah dari Gurun Atacama Punya Otak Begitu Kecil?
Penuhi Target LDL-C,...
Penuhi Target LDL-C, Daewoong Luncurkan Inovasi Kombinasi Dislipidemia
Riset Temukan Orang...
Riset Temukan Orang yang Hidup Lebih dari 90 Tahun Punya Perbedaan Darah
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Riset LAPI ITB: Konektivitas...
Riset LAPI ITB: Konektivitas Digital Dongkrak PDRB dan Serap 685 Ribu Tenaga Kerja
FK Unair Kolaborasi...
FK Unair Kolaborasi dengan Adelaide University, Soroti Sistem Kesehatan Kebidanan Indonesia
Rekomendasi
Setujui Usulan Tambahan...
Setujui Usulan Tambahan Anggaran Kemhan Rp195 Triliun, Komisi I Bakal Diteruskan ke Banggar
Dikuntit OTK, Islah...
Dikuntit OTK, Islah Bahrawi Sebut Polanya Mirip Kasus Andrie Yunus
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
Berita Terkini
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Rayakan Hari Jadi ke-30,...
Rayakan Hari Jadi ke-30, Lexar Padukan Visi Teknologi AI dan Sinergi Global
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved