Cuaca Ekstrem Hantui Wilayah Indonesia Sepekan ke Depan
Selasa, 24 November 2020 - 00:53 WIB
loading...
A
A
A
Dia menjelaskan, sirkulasi siklonik terpantau di Samudera Hindia barat Bengkulu dan di Laut Jawa selatan Kalimantan. Ini membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di perairan utara Aceh, mulai dari Sumatera Utara hingga perairan barat Bengkulu, di Selat Karimata bagian utara, Papua bagian barat hingga Maluku bagian selatan. Serta, dari Kalimantan Tengah hingga Selat Karimata bagian selatan.
Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut. Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat agar waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dan sebaginya.
Begitu juga dampak yang dapat ditimbulkan dari cuaca ekstrem. Antara lain, banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. (Baca juga: Subsidi Gaji 2,4 Juta Guru Non-PNS Cair )
Kondisi ini dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut. Untuk itu, BMKG mengimbau masyarakat agar waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dan sebaginya.
Begitu juga dampak yang dapat ditimbulkan dari cuaca ekstrem. Antara lain, banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin. (Baca juga: Subsidi Gaji 2,4 Juta Guru Non-PNS Cair )
(iqb)
Lihat Juga :