Hebat! Tanpa Diperiksa LAPAN Tahu Detail Meteor yang Jatuh di Medan
Jum'at, 20 November 2020 - 10:22 WIB
loading...
Ilustrasi batu Asteroid di Luar Angkasa. FOTO/ IST
A
A
A
JAKARTA - Bongkahan batu meteorit yang jatuh di Sumatera Utara tengah menjadi perbincangan. Sebab, penemunya menjual batu tersebut kepada kolektor asal Amerika Serikat seharga Rp200 juta. BACA JUGA - Simpan Benda Angkasa Paling Dicari, Anak Medan Ini Usik Astronom Dunia
Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) akhirnya memberikan penjelasan terkait status kepemilikan meteorit tersebut. Sebab, banyak masyarakat yang keheranan atas pasifnya sikap otoritas nasional.
LAPAN menjelaskan, scara umum meteorit bisa dimiliki oleh setiap orang yg menemukannya, kecuali ada nilai ilmiah atau terkait keamanan dan keselamatan yang perlu ditindaklanjuti oleh LAPAN.
"Meteorit yang jatuh di daerah Tapanuli, Provinsi Sumatera Utara sama seperti umumnya meteorit," tutur LAPAN melalui laman resminya, Jumat (20/11/2020).
Meteorit bukan benda berbahaya. Dari segi ukuran, meteorit yang jatuh di daerah Tapanuli itu juga bukan sesuatu hal yang istimewa. Oleh karena itu, LAPAN tidak menindaklanjuti temuan tersebut.
Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) akhirnya memberikan penjelasan terkait status kepemilikan meteorit tersebut. Sebab, banyak masyarakat yang keheranan atas pasifnya sikap otoritas nasional.
LAPAN menjelaskan, scara umum meteorit bisa dimiliki oleh setiap orang yg menemukannya, kecuali ada nilai ilmiah atau terkait keamanan dan keselamatan yang perlu ditindaklanjuti oleh LAPAN.
"Meteorit yang jatuh di daerah Tapanuli, Provinsi Sumatera Utara sama seperti umumnya meteorit," tutur LAPAN melalui laman resminya, Jumat (20/11/2020).
Meteorit bukan benda berbahaya. Dari segi ukuran, meteorit yang jatuh di daerah Tapanuli itu juga bukan sesuatu hal yang istimewa. Oleh karena itu, LAPAN tidak menindaklanjuti temuan tersebut.
Lihat Juga :