Gunung Merapi Bergejolak, Ini Penjelasan BPPTKG
Kamis, 19 November 2020 - 01:46 WIB
loading...
A
A
A
Untuk itu, BPPTKG menghimbau agar masyarakat berada pada jarak minimal 3 km dari puncak gunung. Masyarakat juga harus mengantisipasi bahaya abu vulkanik dari kejadian awan panas maupun letusan eksplosif.
BPPTKG juga memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Kab. Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten agar mempersiapkan segala sesuatu terkait upaya mitigasi bencana akibat letusan Gunung Merapi. Ini dikarenakan letusan dapat terjadi setiap saat.
Gunung Merapi merupakan salah gunung aktif di dunia dan beberapa kali telah mengalami erupsi. Gunung ini terletak di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan ketinggian sekitar 2.950 meter.
Sejauh ini, Gunung Merapi telah meletus sekitar 68 kali sejak tahun 1548. Beberapa kali letusan itu menyebabkan perubahan pada puncak Merapi yang sering disebut sebagai puncak garuda.
Bagi anak-anak usia remaja kebawah tentu bertanya-tanya kenapa gunung bisa meletus. Secara umum, gunung meletus karena endapan magma di dalam perut Bumi yang didorong keluar oleh gas bertekanan tinggi.
BPPTKG juga memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Kab. Sleman, Magelang, Boyolali dan Klaten agar mempersiapkan segala sesuatu terkait upaya mitigasi bencana akibat letusan Gunung Merapi. Ini dikarenakan letusan dapat terjadi setiap saat.
Gunung Merapi merupakan salah gunung aktif di dunia dan beberapa kali telah mengalami erupsi. Gunung ini terletak di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan ketinggian sekitar 2.950 meter.
Sejauh ini, Gunung Merapi telah meletus sekitar 68 kali sejak tahun 1548. Beberapa kali letusan itu menyebabkan perubahan pada puncak Merapi yang sering disebut sebagai puncak garuda.
Bagi anak-anak usia remaja kebawah tentu bertanya-tanya kenapa gunung bisa meletus. Secara umum, gunung meletus karena endapan magma di dalam perut Bumi yang didorong keluar oleh gas bertekanan tinggi.
Lihat Juga :