Berdenyut 26 Detik Sekali, Ahli Sebut Bumi dalam Keadaan Genting
Minggu, 15 November 2020 - 19:02 WIB
loading...
Ilustrasi planet bumi. FOTO/ IST
A
A
A
Tanda-tanda bumi semakin tua tidak terbantahkan, berdasarkan riset terbaru suara-suara misterius mulai terungkap setiap 26 detik sekali jatung bumi mulai berdetak. Suara itu membuat para ahli memperingatkan bumi dalam keadaan Kritis.
Baca Juga: Tabungannya Raib Rp22 Miliar di Maybank, Hotman Paris Ajak Winda Ngopi Bareng
Seperti dilansir dari Unilad, umur Bumi saat ini diperkirakan mencapai 4,54 miliar tahun. Tanda-tanda kepunahan massal sudah ada di depan mata karena usia bumi semakin tua. Mulai dari punahnya satwa, tumbuhan, hingga mencairnya gunung es dan lainnya.
Baca Juga: Hati-hati Guys, Ngebir Bakal Ditangkap Pak Polisi!
Mike Ritzwoller, seismolog di University of Colorado Boulder, baru-baru ini mengatakan kepada Discover Magazine bahwa begitu mereka melihat data mahasiswa pascasarjana Greg Bensen, ia dan peneliti Nikolai Shapiro tahu ada yang aneh dengan denyut nadi yang terputus-putus.
Mereka mulai bekerja, menganalisis blip dari setiap sudut yang memungkinkan, menganalisis data, memeriksa instrumen mereka, dan bahkan melakukan triangulasi sumber denyut nadi ke lokasi di Teluk Guinea, lepas pantai barat Afrika.
Baca Juga: Tabungannya Raib Rp22 Miliar di Maybank, Hotman Paris Ajak Winda Ngopi Bareng
Seperti dilansir dari Unilad, umur Bumi saat ini diperkirakan mencapai 4,54 miliar tahun. Tanda-tanda kepunahan massal sudah ada di depan mata karena usia bumi semakin tua. Mulai dari punahnya satwa, tumbuhan, hingga mencairnya gunung es dan lainnya.
Baca Juga: Hati-hati Guys, Ngebir Bakal Ditangkap Pak Polisi!
Mike Ritzwoller, seismolog di University of Colorado Boulder, baru-baru ini mengatakan kepada Discover Magazine bahwa begitu mereka melihat data mahasiswa pascasarjana Greg Bensen, ia dan peneliti Nikolai Shapiro tahu ada yang aneh dengan denyut nadi yang terputus-putus.
Mereka mulai bekerja, menganalisis blip dari setiap sudut yang memungkinkan, menganalisis data, memeriksa instrumen mereka, dan bahkan melakukan triangulasi sumber denyut nadi ke lokasi di Teluk Guinea, lepas pantai barat Afrika.
Lihat Juga :