Detoks Medsos Kurangi Ketergantungan Media Sosial

Sabtu, 14 November 2020 - 10:36 WIB
loading...
A A A
Bagi orang yang sudah ketagihan medsos, menghentikan aktivitas mereka secara tiba-tiba bisa menjadi tindakan ekstrim. Oleh karena itu, Firman menegaskan bahwa untuk benar-benar ingin lepas dari medsos, mereka harus paham periode detoks medsos yang sesuai dengan diri masing-masing. (Baca juga: Gelombang PHK Tak Terbendung, Pengangguran di Bekasi Melonjak)

Dukungan keluarga untuk mengurangi kecanduan media sosial juga dapat mendorong niat mereka. "Orang yang mau berhenti bermain media sosial, effort-nya harus tinggi dan membutuhkan niat dulu. Dukungan keluarga juga penting jika memang ingin benar-benar berhenti," jelasnya.

Apabila ingin rehat sementara, Firman menyarankan untuk menghapus aplikasi media sosial yang ada di ponsel. Dengan demikian, kita menjadi terbiasa untuk tidak ketergantungan dengan media sosial.

Jika memang benar-benar ingin membuka media sosial, supaya bisa memilih medsos mana yang lebih utama untuk dibuka. Urutan media sosial yang dibuka mulai dari yang paling ringan hingga yang paling berat. Untuk menentukan urutan ini, pengguna harus bisa membedakan media sosial mana saja yang bisa mendatangkan kesenangan dan medsos mana saja yang hanya membuat hati keruh.

"Misalnya kita buka Twitter dulu, kemudian Instagram. Lalu Facebook. Atau media sosial lainnya seperti TikTok, pemakaiannya juga harus ikut dibatasi," tegasnya. (Lihat videonya: Berkunjung ke Aceh Jangan Lupa Menikmati Kopi Gayo)

Firman menambahkan, media sosial juga memberikan banyak manfaat positif, salah satunya penyampaian berita yang lebih cepat, respons publik dapat segera dilihat, pesan dapat bertahan berulang-ulang, dan ajang publikasi serta promosi berbiaya murah. (Aprilia S Andyna)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
Tantangan Backend Engineer...
Tantangan Backend Engineer Indonesia, Menjawab Tuntutan AI Workflow
X Batasi Pengguna Gratis...
X Batasi Pengguna Gratis hanya 50 Tweet Sehari
Akun Roblox Anak di...
Akun Roblox Anak di Bawah 16 Tahun Akan Dinonaktifkan Mulai 28 Maret, Ini Faktanya
Mark Zuckerberg Diseret...
Mark Zuckerberg Diseret ke Pengadilan Kasus Dampak Medsos terhadap Anak-anak
Turki Terapkan Aturan...
Turki Terapkan Aturan Baru di Medsos untuk Melindungi Anak-anak
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
Mengapa Banyak Orang...
Mengapa Banyak Orang Pilih Menghilang dari Media Sosial? Ini Alasannya
Menkomdigi: PP TUNAS...
Menkomdigi: PP TUNAS untuk Bantu Orang Tua, Bukan Menggantikan Peran
Rekomendasi
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Berita Terkini
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
Motorola Razr Fold Diluncurkan,...
Motorola Razr Fold Diluncurkan, Lipatan Smartphone Tidak Terlihat
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
Infografis
China Dilanda Gelombang...
China Dilanda Gelombang PHK dan Gejolak Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved