USB Konektor Berkecepatan Tinggi Meluncur Tahun Depan

Sabtu, 09 Mei 2020 - 19:00 WIB
loading...
USB Konektor Berkecepatan...
DisplayPort 2.0 dapat meningkatkan dukungan terhadap penggunaan lebih dari satu displai sekaligus. Ini juga meningkatkan pengalaman pengguna dengan displai untuk extended reality. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - USB konektor masih menjadi kendala bagi beberapa orang dalam melakukan transfer data atau sejenisnya. Mereka mengeluhkan proses pemindahan data yang masih membutuhkan waktu lama.

Pekan lalu, Asosiasi Standar Elektronik Video (VESA) mengumumkan mereka telah merilis mode Alternatif DisplayPort (Mode Alt) versi 2.0. DisplayPort Alt Mode 2.0 memberikan interoperabilitas yang mulus dengan spesifikasi USB4 terbaru.

USB Implementers Forum (USB-IF) mengeluarkan versi terbaru DisplayPort Alt Mode 2.0 melalui konektor USB Type-C (USB-C). Dengan DisplayPort Mode Alt, konektor USB-C dapat mentransmisikan data video DisplayPort hingga 80 Gigabits per detik (Gbps).

USB-C menggunakan empat jalur berkecepatan tinggi dalam kabel. Ini berarti kemampuan yang dimiliki mencapai 40 Gbps dengan pengiriman data SuperSpeed USB secara bersamaan.

VESA masih mengantisipasi produk pertama yang menggabungkan DisplayPort Alt Mode 2.0 untuk muncul di pasar. Mereka berencana mengeluarkannya di tahun 2021.

Sebenarnya, DisplayPort 2.0 sudah diperkenalkan Pada Juni 2019 dengan peningkatan bandwidth teoritis hingga 3 kali lebih cepat dibandingkan DisplayPort versi sebelumnya. DisplayPort 1.4 hanya memiliki bandwith teoritis maksimal 32 Gbps. Ini menjadikan DisplayPort 2.0 memiliki kemampuan yang memenuhi standar untuk tampil di masa depan.

USB4 tipe-C memiliki efisiensi tinggi karena menggunakan skema pengkodean 128b/132b. Ini dapat memberikan muatan maksimum 77,37 Gbps di empat lajur. Masing-masing lajur akan memiliki kapasitas hingga 19,34 Gbps.

VESA mengklaim bahwa DisplayPort 2.0 dapat digunakan untuk mengirim video dengan resolusi melebihi 7.680 × 4.320 piksel alias melebihi 8K tanpa kompresi. Sedangkan pada resolusi 15360 × 8460 atau 16K dilakukan dengan kompresi.

Selain itu, DisplayPort 2.0 dapat meningkatkan dukungan terhadap penggunaan lebih dari satu displai sekaligus. Ini juga meningkatkan pengalaman pengguna dengan displai untuk extended reality.

"Spec DisplayPort Alt Mode yang diperbarui dari VESA mencakup sejumlah pengembangan, termasuk pembaruan untuk penemuan antarmuka dan konfigurasi serta manajemen daya, untuk memastikan integrasi tanpa batas dengan spesifikasi USB4," kata Craig Wiley, direktur senior pemasaran di Teknologi Parade dan pemimpin sub-kelompok DisplayPort Alt Mode, dikutip dari laman VESA.

Craig menambahkan, usaha besar ini dilakukan selama beberapa tahun antara VESA dan USB-IF. Tanpa upaya gabungan, kemungkinan tidak dapat tercipta DisplayPort Alt Mode 2.0.

Melalui kolaborasi dengan USB-IF, VESA sekarang menangani semua aspek yang berhubungan dengan tampilan berkinerja tinggi melalui USB-C. Tampilan terebut dapat melalui DisplayPort asli atau konektor USB-C, atau melalui tunneling DisplayPort dengan antarmuka USB4 asli.

"DisplayPort juga disalurkan melalui antarmuka Thunderbolt sehingga menjadikan standar video de facto di seluruh PC dan tampilan seluler," tambahnya.

Wakil ketua dewan VESA, Syed Athar Hussain, mengatakan bahwa USB Type-C menjadi konektor pilihan dalam notebook dan solusi seluler. Dengan spesifikasi DisplayPort Alt Mode 2.0 yang baru, USB Type-C saat ini dapat memberikan solusi konektor tunggal yang menarik untuk docking, bermain game, HMD AR/VR dan tampilan HDR profesional menggabungkan bandwidth video 80 Gbps.

"Fitur penting lainnya DisplayPort 2.0 dengan pengangkutan data USB dan pengiriman daya," kata Hussain.

Di sisi lain, General Manager VESA, Jason Ziller, juga mengungkapkan, kontribusi pabrikan Intel dari spesifikasi lapisan Thunderbolt merupakan tonggak bagi VESA dalam penggunaan DisplayPort 2.0. Intel mendukung spesifikasi Mode DisplayPort 2.0 Alt untuk memberikan kecepatan data hingga 20 gigatransfers per detik.

"Kontribusi ini memastikan pengalaman pengguna yang luar biasa dengan mengaktifkan port paling serbaguna saat ini dengan kemampuan tampilan berkinerja tertinggi," ucap Ziller.
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inilah Spesifikasi Lengkap...
Inilah Spesifikasi Lengkap Trump T1, Smartphone Android Berlapis Emas Seharga Rp8 Jutaan
Risiko Pakai Charger...
Risiko Pakai Charger Murah Buatan China dengan Daya Tinggi
Samsung Siap Angkat...
Samsung Siap Angkat Kaki dari China, Ini Masalahnya
Produksi Smartphone...
Produksi Smartphone pada Q1 2026 Turun 41 Persen
Disinyalir Smartphone...
Disinyalir Smartphone Gaming Terbaru, nubia Sebar Teaser Misterius
HONOR X8d Ponsel Tipis...
HONOR X8d Ponsel Tipis dengan AI dan Tenaga RAM Tubo
Ruang Layanan Terpadu...
Ruang Layanan Terpadu Jadi Tren Baru untuk Pengalaman Konsumen Modern
Transformasi Belanja...
Transformasi Belanja Elektronik Kian Modern
Terimbas Geopolitik...
Terimbas Geopolitik Global, Pemilik Toko Elektronik di PIK Atur Strategi Rangsang Konsumen
Rekomendasi
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
Nonton Gratis hingga...
Nonton Gratis hingga VIP, Ini Beragam Cara Menikmati Microdrama di V+Short
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
Berita Terkini
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
RTX 5070Ti, OLED, dan...
RTX 5070Ti, OLED, dan Bola Sepak: Laptop Piala Dunia Buatan Lenovo Ini Harganya Rp62 Juta
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved