Cooklab Jual Bahan Makanan dan Resep, Pembeli Masak Sendiri Bak Chef Arnold!
Senin, 09 November 2020 - 14:20 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan, mereka memiliki slogan #AntiGagal, karena seharusnya proses memasak sangat mudah. Bahan sudah tersedia, dan tinggal di cemplung-cemplungkan mengikuti video tutorial. Seperti merakit lego.
Dilatarbelakangi Covid-19
Latar belakang dikembangkannya Cooklab ternyata tidak jauh-jauh dari dampak pandemi Covid-19. Sebagaimana diketahui, pandemi Covid-19 telah memberi dampak yang sangat besar di berbagai sektor bisnis, tak terkecuali fresh produce.
![Cooklab Jual Bahan Makanan dan Resep, Pembeli Masak Sendiri Bak Chef Arnold!]()
Pendiri Cooklab Kartika Dwi Baswara dan Clarence Eldy menyebut bahwa mereka sebenarnya sudah menjajaki dunia fresh produce sejak pertengahan 2019.
Pada saat itu, keduanya menjalani bisnis farm-to-table untuk restoran dan kafe di Bali. Namun, karena pandemi, keduanya harus segera mengambil tindakan strategis berupa pivot menjadi penjualan fresh produce ke rumah tangga.
Pendiri Cooklab Kartika Dwi Baswara dan Clarence Eldy, sebelumnya berkecimpung di bisnis farm-to-table untuk restoran dan kafe di Bali.
”Memasak di rumah memang sempat menjadi tren, berbarengan dengan perubahan perilaku konsumen membeli makanan di masa pandemi Covid-19,” ujar Kartika.
Menurutnya, pemain dalam bidang fresh produce sudah banyak sekali sehingga dibutuhkan perbedaan yang jelas antara Cooklab dan pemain lain.
![Cooklab Jual Bahan Makanan dan Resep, Pembeli Masak Sendiri Bak Chef Arnold!]()
Lalu, apa yang menjadi pembeda Cooklab? ”Biasanya pengguna harus beli sesuai dengan SKU yang tersedia. Misalnya, saat pengguna mau mencoba masak masakan Korea dan butuh saus Gochujang, pengguna harus membeli 500 gram saus, padahal di resep yang ingin dicoba hanya membutuhkan 100 gram.
Dilatarbelakangi Covid-19
Latar belakang dikembangkannya Cooklab ternyata tidak jauh-jauh dari dampak pandemi Covid-19. Sebagaimana diketahui, pandemi Covid-19 telah memberi dampak yang sangat besar di berbagai sektor bisnis, tak terkecuali fresh produce.

Pendiri Cooklab Kartika Dwi Baswara dan Clarence Eldy menyebut bahwa mereka sebenarnya sudah menjajaki dunia fresh produce sejak pertengahan 2019.
Pada saat itu, keduanya menjalani bisnis farm-to-table untuk restoran dan kafe di Bali. Namun, karena pandemi, keduanya harus segera mengambil tindakan strategis berupa pivot menjadi penjualan fresh produce ke rumah tangga.
Pendiri Cooklab Kartika Dwi Baswara dan Clarence Eldy, sebelumnya berkecimpung di bisnis farm-to-table untuk restoran dan kafe di Bali.
”Memasak di rumah memang sempat menjadi tren, berbarengan dengan perubahan perilaku konsumen membeli makanan di masa pandemi Covid-19,” ujar Kartika.
Menurutnya, pemain dalam bidang fresh produce sudah banyak sekali sehingga dibutuhkan perbedaan yang jelas antara Cooklab dan pemain lain.
_1.png)
Lalu, apa yang menjadi pembeda Cooklab? ”Biasanya pengguna harus beli sesuai dengan SKU yang tersedia. Misalnya, saat pengguna mau mencoba masak masakan Korea dan butuh saus Gochujang, pengguna harus membeli 500 gram saus, padahal di resep yang ingin dicoba hanya membutuhkan 100 gram.