Matahari Dorong Asteroid Apophis Menuju Bumi, Potensi Tabrakan Tahun 2068

Sabtu, 07 November 2020 - 04:50 WIB
loading...
A A A
Tim Tholen membuat penemuan setelah empat malam observasi pada Januari dan Maret dengan Teleskop Subaru, teleskop inframerah-optik Jepang di puncak Maunakea, Hawaii. Para peneliti mengumpulkan 18 eksposur asteroid dengan presisi sangat tinggi, dengan kesalahan hanya 10 milidetik di setiap pengamatan. (Miliar detik adalah seperseribu detik busur, pengukuran sudut yang membantu ilmuwan mengukur jarak kosmik)

"Kami benar-benar memastikan posisi asteroid ini dengan sangat baik. Itu sudah cukup untuk memberi kita deteksi yang kuat tentang efek Yarkovsky, yang merupakan sesuatu yang sudah lama kita duga akan dilihat sekarang," tambahnya.

Tholen mencatat Apophis telah menyusahkan para astronom, dengan prediksi "banyak skenario dampak" (dan kemudian sebagian besar dikesampingkan) sejak pertama kali ditemukan pada 2004. Sebagai contoh, awalnya, para ilmuwan menghitung 3% kemungkinan Apophis menghantam planet kita di 2029, prediksi yang menurut Tholen dengan cepat dikesampingkan setelah lebih banyak pengamatan menunjukkan jalan sebenarnya dari dunia kecil.

Jika ada ancaman dampak, para astronom akan tahu jauh sebelum tahun 2068 bagaimana mendekati masalah tersebut. Para insinyur di seluruh dunia sedang mengembangkan gagasan tentang cara membelokkan asteroid berbahaya dari planet kita, konsep yang berkisar dari tarikan gravitasi hingga "penabrak kinetik" yang akan menjatuhkan batu yang masuk ke luar jalur.

Misi gabungan Eropa-NASA juga akan menguji dan mengamati defleksi asteroid di batuan antariksa bernama Didymos, mulai tahun 2022. Jika semua berjalan sesuai rencana, pesawat ruang angkasa NASA Double Asteroid Redirection Test (DART) akan menabrak "Didymoon", bulan yang mengorbit Didymos.

Badan Antariksa Eropa kemudian akan meluncurkan misi Hera pada 2023 atau 2024 dan mencapai Didymos dua tahun kemudian. Misinya untuk melihat seberapa baik penabrak kinetik itu dalam menggerakkan bulan dari orbit sebelumnya. (Baca juga: Habib Ahmad: Orang Berakal Pasti Jatuh Cinta pada Nabi Muhammad )
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sebuah Asteroid Menabrak...
Sebuah Asteroid Menabrak Bulan pada 2032, Dampaknya Akan Mencapai Bumi
NASA Merilis Gambar...
NASA Merilis Gambar Baru Komet Antarbintang 3I/ATLAS
Ilmuwan Temukan Kehidupan...
Ilmuwan Temukan Kehidupan dalam Sampel Asteroid Bennu
NASA Deteksi Semburan...
NASA Deteksi Semburan Flare Matahari Kembali Normal
Bima Sakti kini Berada...
Bima Sakti kini Berada di dalam Sebuah Kekosongan Kosmik Raksasa
Karena Alasan Ini, Batu...
Karena Alasan Ini, Batu dari Mars di Afrika Diselidiki
Mengenal Prof Premana,...
Mengenal Prof Premana, Dosen Astronomi ITB yang Namanya Abadi di Langit
Perseteruan Trump-Musk...
Perseteruan Trump-Musk Bakal Picu Krisis Terbesar Sejarah NASA
Bukti Risiko Bumi Dihantam...
Bukti Risiko Bumi Dihantam Asteroid Semakin Meningkat
Rekomendasi
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Berita Terkini
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Infografis
Komet 3 Kali Lebih Besar...
Komet 3 Kali Lebih Besar dari Everest Meledak Saat Menuju Bumi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved