Rumah.com Hadirkan Inisiatif #RumahSegalanya
Jum'at, 08 Mei 2020 - 21:50 WIB
loading...
A
A
A
"Kenaikan harga properti secara nasional lebih banyak didorong oleh pertumbuhan harga rumah tapak, yang mengalami kenaikan sebesar 8% (year-on-year)," tambahnya.
Indeks harga rumah tapak tercatat sebesar 115,7 pada Q1 2020, naik sebesar 8% secara tahunan. Namun secara kuartalan relatif stagnan, naik 0,4%.
Sementara itu, indeks harga apartemen tercatat pada 116,0 atau mengalami kenaikan sebesar 1% secara kuartalan tapi secara tahunan turun sebesar 0,4%. Indeks ini menunjukkan bahwa indeks harga apartemen lebih rendah secara rata-rata dalam satu tahun terakhir dibanding tahun sebelumnya.
Tren pertumbuhan RIPMI-H kuartalan dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan di sejumlah wilayah penyuplai besar, seperti DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Timur. Sementara itu, Jawa Barat justru menunjukkan tren yang positif.
Indeks harga properti Q1 2020 di DKI Jakarta tercatat sebesar 110,1 atau turun 1,4% secara kuartalan. Penurunan yang lebih drastis dialami Jawa Timur, yakni 5,14% secara kuartalan, berada pada indeks 92,5.
Banten berada pada indeks 107,6 atau tercatat naik tipis 0,6%. Sementara Jawa Barat sebagai salah satu provinsi penyuplai properti terbesar di Indonesia, menunjukkan tren positif. Indeks harga properti Jawa Barat berada pada angka 118,2 atau naik sebesar 3,3% (quarter-on-quarter).
Secara umum berdasarkan data Rumah.com Indonesia Property Market Index Q1 2020 terjadi perlambatan hampir di semua wilayah yang menjadi indikasi dampak pandemik terhadap sektor properti. Sementara hunian segmen kelas menengah dan menengah bawah menunjukkan sentimen positif dari sisi penawaran.
Indeks harga rumah tapak tercatat sebesar 115,7 pada Q1 2020, naik sebesar 8% secara tahunan. Namun secara kuartalan relatif stagnan, naik 0,4%.
Sementara itu, indeks harga apartemen tercatat pada 116,0 atau mengalami kenaikan sebesar 1% secara kuartalan tapi secara tahunan turun sebesar 0,4%. Indeks ini menunjukkan bahwa indeks harga apartemen lebih rendah secara rata-rata dalam satu tahun terakhir dibanding tahun sebelumnya.
Tren pertumbuhan RIPMI-H kuartalan dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan di sejumlah wilayah penyuplai besar, seperti DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Timur. Sementara itu, Jawa Barat justru menunjukkan tren yang positif.
Indeks harga properti Q1 2020 di DKI Jakarta tercatat sebesar 110,1 atau turun 1,4% secara kuartalan. Penurunan yang lebih drastis dialami Jawa Timur, yakni 5,14% secara kuartalan, berada pada indeks 92,5.
Banten berada pada indeks 107,6 atau tercatat naik tipis 0,6%. Sementara Jawa Barat sebagai salah satu provinsi penyuplai properti terbesar di Indonesia, menunjukkan tren positif. Indeks harga properti Jawa Barat berada pada angka 118,2 atau naik sebesar 3,3% (quarter-on-quarter).
Secara umum berdasarkan data Rumah.com Indonesia Property Market Index Q1 2020 terjadi perlambatan hampir di semua wilayah yang menjadi indikasi dampak pandemik terhadap sektor properti. Sementara hunian segmen kelas menengah dan menengah bawah menunjukkan sentimen positif dari sisi penawaran.
Lihat Juga :