Semangat Bertarung Lebih Penting Dibandingkan Keterampilan

Rabu, 28 Oktober 2020 - 22:46 WIB
loading...
Semangat Bertarung Lebih...
Seni bela diri adalah olah raga yang paling banyak menguras energi dan stamina. Kredit : UFCGym
A A A
Keputusan juri adalah bagian integral dari olahraga pertarungan, mulai dari tinju, gulat, hingga seni bela diri campuran (MMA). Banyaknya faktor yang menentukan dalam keputusan juri membuat para peneliti menyarankan agar tingkat kekuatan dan semangat lebih diutamakan daripada keterampilan.

Penelitian ini dilakukan oleh para ahli perilaku hewan dari Sekolah Ilmu Biologi dan Kelautan Universitas Plymouth. Mereka menganalisis hampir 550 pertandingan seni bela diri campuran putra dan putri yang berlangsung antara Februari 2019 dan Maret 2020. Mereka menggunakan data yang dikumpulkan untuk Ultimate Fighting Championship (UFC).

Baca juga : SAH! Khabib Nurmagomedov GOAT dan Petarung UFC P4P Terbaik

Data tersebut merupakan persentase serangan yang secara signifikan mendarat tepat pada target (ukuran keterampilan), jumlah serangan yang dilakukan per detik (ukuran kekuatan), dan hasil pertarungan yang ditentukan oleh keputusan juri atau knockout (KO).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam semua pertarungan, pemenang bertarung lebih keras daripada yang kalah. Namun, kemampuan dan keterampilan lebih penting untuk pertarungan yang diselesaikan melalui keputusan juri daripada berakhir dengan hasil KO.

Bertarung secara terampil akan meningkatkan peluang kemenangan bagi seorang atlit. Keterampilan bertarung dapat meningkatkan semangat dan kesuksesan mereka. Serangan yang konsisten juga memberi faktor dominan yang menentukan keberhasilan dalam pertarungan yang dievaluasi oleh juri.

Peneliti Pascadoktoral, Dr. Sarah Lane, mengungkapkan bahwa MMA adalah olah raga yang bergerak dengan kecepatan. Dia dan timnya menyarankan bahwa penilaian pada kekuatan mungkin lebih mudah daripada nilai keterampilan.

"Pada gilirannya, menuntun mereka untuk membuat sebuah keputusan dalam pertandingan yang panjang dan salah satu atlit mengalami kelelahan lebih cepat maka penilaian terhadap semangat dan kekuatan akan lebih mudah," kata Lane, dikutip dari Phys.

Penelitian ini didanai oleh Biotechnology and Biological Sciences Research Council sebagai bagian dari penelitian yang sedang berlangsung tentang peran keterampilan dalam kontes hewan. Ini juga difokuskan pada perilaku kelomang atau sering kita sebut keong, yang memperebutkan kepemilikan cangkang siput kosong sebagai perlindungan.

Baca juga : Lee Cook Wasit Tinju Pencetak Rekor Dunia: Ini Rahasia dari Ring

Para peneliti saat ini melakukan pengamatan terhadap manusia yang berpotensi mengundang implikasi di seluruh dunia hewan. Penelitian sebelumnya telah menganalis prilaku perkelahian di sejumlah spesies laut lainnya.

Profesor Perilaku Hewan, Mark Briffa, menjelaskan bahwa olah raga pertarungan manusia memberikan skenario unik untuk mengeksplorasi keterampilan dan semangat baik oleh atlit itu sendiri atau pengamat. Sedangkan pada dunia hewan petarung, komunikasi merupakan salah satu masalah yang jelas terjadi karena mereka tidak memiliki ukuran untuk menilai kemampuan lawannya.

"Apa yang kami ketahui adalah para pengamat sering mengamati dan mengevaluasi penampilan petarung untuk memilih lawan di masa depan atau mempelajari lawan yang sebaiknya dihindari," kata Briffa.

Manusia menggunakan sifat kerja untuk mengevaluasi kemampuan bertarung seperti yang terlihat dalam penelitian ini. Ini juga sebagai masukan untuk tim peneliti dalam mengeksplorasi dunia hewan, khususnya kerajaan hewan.
(fan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Kenalkan Mikroskop...
AS Kenalkan Mikroskop dengan Resolusi Detail hingga yang Terkecil
Kenapa Ilmuwan Lebih...
Kenapa Ilmuwan Lebih Pilih Menjelajahi Luar Angkasa Dibandingkan Lautan
Mengapa Mumi Prasejarah...
Mengapa Mumi Prasejarah dari Gurun Atacama Punya Otak Begitu Kecil?
Penuhi Target LDL-C,...
Penuhi Target LDL-C, Daewoong Luncurkan Inovasi Kombinasi Dislipidemia
Riset Temukan Orang...
Riset Temukan Orang yang Hidup Lebih dari 90 Tahun Punya Perbedaan Darah
Riset Baru Ungkap Risiko...
Riset Baru Ungkap Risiko Kesehatan Bahan Kimia Plastik bagi Anak-anak
Mana Lebih Baik untuk...
Mana Lebih Baik untuk Jantung, Kardio atau Angkat Beban? Ini Kata Dokter
Cak Udin Open 2026 Tuntas...
Cak Udin Open 2026 Tuntas Digelar, Bukti Komitmen PKB Majukan Olahraga Rakyat
IPB Cetak Sejarah Jadi...
IPB Cetak Sejarah Jadi Kampus Pertama yang Lepasliarkan Rusa Timor Hasil Penangkaran
Rekomendasi
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
UU PFII Bukti Pemerintah...
UU PFII Bukti Pemerintah Serius Bangun Fondasi Ekonomi Jangka Panjang
Berita Terkini
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
Perkuat Gerbang Digital...
Perkuat Gerbang Digital Indonesia, TelkomGroup, NDP, dan BW Digital Hadirkan Sistem Kabel Laut NCC
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
Bisa 15 Kali Hybrid...
Bisa 15 Kali Hybrid Zoom, Logitech Kenalkan Rally AI Camera
Infografis
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Iran vs Israel, Siapa Lebih Unggul?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved