Inilah Keistimewaan Unta sehingga Bisa Bertahan Hidup di Gurun Pasir
Rabu, 28 Oktober 2020 - 22:54 WIB
loading...
A
A
A
Ketika unta menghabiskan lemaknya, punuknya yang kosong akan jatuh seperti balon kempes sampai mereka makan cukup untuk "mengembang" lagi.
Anak unta sendiri tidak dilahirkan dengan timbunan lemak ini dan tidak tumbuh saat mereka menyusui. "Semua energi yang mereka dapatkan dari ibu akan digunakan untuk pertumbuhan tubuh," kata Schwartz kepada Live Science.
Unta muda mulai menyapih ketika mereka berumur 4 sampai 6 bulan, meskipun punuknya tidak mulai terbentuk sampai berumur 10 bulan sampai satu tahun. "Tapi karena unta liar berurusan dengan siklus musim, mereka perlu memiliki semacam punuk dalam tahun pertama itu," jelas Schwartz. "Mereka harus melewati musim kemarau pertama itu."
Di dunia, ada dua spesies unta. Unta Baktria (Camelus bactrianus) hidup di beberapa bagian China barat dan Asia Tengah, dan mereka memiliki dua punuk. Sedangkan unta Arab (Camelus dromedarius) lebih umum dan hanya memiliki satu. Namun sejauh yang diketahui Schwartz, gundukan ekstra tersebut tidak memungkinkan unta Baktria pergi lebih lama tanpa makanan.
Meskipun banyak hewan menyimpan lemak di sekitar perut dan sampingnya, unta menumpuk berat badan secara vertikal. "Satu teori mengatakan unta memiliki perut kapalan yang mereka taruh langsung di pasir, dan lemak perut bisa membuatnya lebih sulit untuk berbaring dengan cara ini," ujar Schwartz.
Anak unta sendiri tidak dilahirkan dengan timbunan lemak ini dan tidak tumbuh saat mereka menyusui. "Semua energi yang mereka dapatkan dari ibu akan digunakan untuk pertumbuhan tubuh," kata Schwartz kepada Live Science.
Unta muda mulai menyapih ketika mereka berumur 4 sampai 6 bulan, meskipun punuknya tidak mulai terbentuk sampai berumur 10 bulan sampai satu tahun. "Tapi karena unta liar berurusan dengan siklus musim, mereka perlu memiliki semacam punuk dalam tahun pertama itu," jelas Schwartz. "Mereka harus melewati musim kemarau pertama itu."
Di dunia, ada dua spesies unta. Unta Baktria (Camelus bactrianus) hidup di beberapa bagian China barat dan Asia Tengah, dan mereka memiliki dua punuk. Sedangkan unta Arab (Camelus dromedarius) lebih umum dan hanya memiliki satu. Namun sejauh yang diketahui Schwartz, gundukan ekstra tersebut tidak memungkinkan unta Baktria pergi lebih lama tanpa makanan.
Meskipun banyak hewan menyimpan lemak di sekitar perut dan sampingnya, unta menumpuk berat badan secara vertikal. "Satu teori mengatakan unta memiliki perut kapalan yang mereka taruh langsung di pasir, dan lemak perut bisa membuatnya lebih sulit untuk berbaring dengan cara ini," ujar Schwartz.
Lihat Juga :