Ilmuwan: Alien Penghuni 1.000 Bintang Terdekat Bisa Lacak Kehidupan di Bumi

Sabtu, 24 Oktober 2020 - 22:09 WIB
loading...
Ilmuwan: Alien Penghuni...
Ilmuwan sebut ada 1.000 lebih bintang terdekat yang penghuninya (alien) bisa melacak kehidupan di Bumi. Foto/ist
A A A
JAKARTA - Saat umat manusia meningkatkan pencariannya akan kehidupan alien atau makhluk luar angkasa (ET), kita juga harus ingat bahwa mereka juga mungkin memburu kita. (Baca juga: Fisikawan Ungkap Alasan Alien belum Berkomunikasi dengan Penduduk Bumi )

Sebuah studi baru menyatakan hal itu dengan mengidentifikasi lebih dari 1.000 bintang terdekat yang memiliki posisi yang baik untuk melihat kehidupan di Bumi.

"Jika pengamat di luar sana mencari (dari planet yang mengorbit bintang-bintang ini), mereka akan dapat melihat tanda-tanda biosfer di atmosfer Titik Biru Pucat kami (Bumi)," kata penulis studi Lisa Kaltenegger, seorang profesor astronomi di Cornell dan Direktur Universitas Carl Sagan Institute, dilansir Space.com.

"Dan kita bahkan bisa melihat beberapa yang paling terang dari bintang-bintang ini di langit malam kita tanpa teropong atau teleskop," kata Kaltenegger menegaskan.

Metode Transit
Para astronom telah menemukan lebih dari 4.000 exoplanet yang ditemukan dengan "metode transit". Metode ini mendeteksi penurunan kecerahan kecil yang disebabkan ketika "dunia" yang mengorbit melintasi wajah bintang induknya, dari sudut pandang pengamat.

Strategi itu terbukti sangat efektif digunakan oleh teleskop luar angkasa Kepler, periskop perintis NASA yang saat ini digunakan oleh penggantinya, Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS).

Dalam waktu dekat, para peneliti juga akan dapat memindai atmosfer beberapa planet transit terdekat untuk mencari tanda-tanda kehidupan yang potensial. Pencarian ini menjadi salah satu dari banyak tugas yang dilakukan oleh James Webb Space Telescope milik NASA yang nilainya USD9,8 miliar. Teleskop dijadwalkan diluncurkan pada akhir tahun depan.

Dalam studi baru, Kaltenegger dan rekannya, Joshua Pepper, profesor fisika di Universitas Lehigh, menganggap Bumi sebagai target survei planet transit daripada sumber survei.

Para ilmuwan meneliti kumpulan data TESS dan pesawat luar angkasa Gaia yang memetakan bintang di Eropa, mencari bintang dalam jarak 100 parsec (sekitar 326 tahun cahaya) yang sejajar dengan ekliptika, bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari. Penjajaran seperti itu diperlukan untuk melihat Bumi melintasi wajah Matahari.

"Pencarian ini menemukan 1.004 bintang urutan utama yang memenuhi syarat -bintang yang, seperti Matahari kita, memadukan hidrogen menjadi helium di intinya. Dan 508 dari bintang-bintang itu 'menjamin pengamatan minimum selama 10 jam dari transit Bumi' melintasi wajah Matahari," tulis Kaltenegger dan Pepper dalam studi baru yang dipublikasikan online, Selasa (20/10/2020) di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society: Letters.

Alat Baru untuk Mencari Alien
Para ilmuwan tidak tahu berapa banyak planet yang mengorbit di 1.004 Matahari yang ditandai oleh Kaltenegger dan Pepper. Begitu juga dengan berapa banyak dari sistem ini menampung dunia yang mungkin kondusif bagi kehidupan seperti Bumi.

"Angka-angka itu seharusnya menjadi fokus yang lebih jelas karena pemburu planet ekstrasurya seperti TESS melanjutkan pekerjaannya. Dan studi baru ini dapat berfungsi sebagai penunjuk bagi ahli astrobiologi saat sekarang dan di masa depan," kata Kaltenegger.

"Jika kita mencari kehidupan cerdas di alam semesta yang dapat menemukan kita dan mungkin ingin berhubungan, kita baru saja membuat peta bintang tempat harus melihat pertama kali," tambahnya. (Baca juga: Kalah Jauh dari Negara-negara Non-Muslim, RI Urutan ke-20 Eksportir Makanan Halal )
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panas Ekstrem, Paris...
Panas Ekstrem, Paris Ubah Sungai Seine Jadi Pendingin Udara
Bulan Juni 2026, Ilmuwan...
Bulan Juni 2026, Ilmuwan Sebut Air Laut Mulai Mendidih
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Fosil Terlupakan selama...
Fosil Terlupakan selama 40 Tahun Ternyata Dinosaurus Pertama Antartika
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Rekomendasi
Menhut: Presiden Minta...
Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
Makna Basmalah dan Tafsirnya...
Makna Basmalah dan Tafsirnya dalam Islam, Ini Arti Bismillahirrahmanirrahim
Terungkap! Hak Asuh...
Terungkap! Hak Asuh Anak Ruben Onsu dan Sarwendah Ternyata Belum Diputus Pengadilan
Berita Terkini
Zuckerberg Mau Saingi...
Zuckerberg Mau Saingi Polymarket: Meta Siapkan Aplikasi Prediksi untuk 100 Juta Pengguna
TikTok Bukan Lagi Aplikasi...
TikTok Bukan Lagi Aplikasi Video: Evolusi Menjadi Super App yang Mengancam Google, Amazon, hingga Bank
Geger Robot Humanoid...
Geger Robot Humanoid Siap Gantikan Buruh Pabrik, Biaya Kerjanya Cuma Rp35 Ribu per Jam!
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved