Baru, Obat Finerenone Memperlambat Perkembangan Penyakit Ginjal
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 21:13 WIB
loading...
A
A
A
Obat ini secara langsung menargetkan dan memblokir reseptor yang berkontribusi pada peradangan dan jaringan parut pada jantung dan ginjal. Ginjal menyaring limbah dan air dari tubuh yang berperan dalam mengontrol tekanan darah.
Baca juga : Waspadai Efek Samping Remdesivir, Obat Covid-19 yang Bisa Pengaruhi Ginjal
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa obat ini secara signifikan lebih baik daripada plasebo. Ini dapat memperlambat perkembangan penyakit ginjal sebesar 18% selama rata-rata 2,6 tahun dibandingkan dengan perawatan standar saat ini.
Pembuat Finerenone, Bayer, mengumumkan bahwa awal tahun ini telah memenuhi titik akhir gabungan ginjal primer dan titik akhir kardiovaskular sekunder yang menjadi kunci gabungannya. Namun, temuan lengkap dari uji coba tersebut belum dirilis hingga 23 Oktober 2020 karena dilakukan secara acak, tersamarkan, dan terkontrol plasebo.
Bayer diketahui telah mendonasikan sejumlah dana kepada Universitas Chicago dan diberikan kepada Bakris untuk melakukan penelitian tersebut. Dia dibantu oleh ilmuwan lain seperti Rajiv Agarwal, Stefan Anker, Bertram Pitt, Luis M. Ruilope, Peter Rossing, Peter Kolkhof, Christina Nowack, Patrick Schloemer, Amer Joseph, dan Gerasimos Filippatos.
Baca juga : Waspadai Efek Samping Remdesivir, Obat Covid-19 yang Bisa Pengaruhi Ginjal
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa obat ini secara signifikan lebih baik daripada plasebo. Ini dapat memperlambat perkembangan penyakit ginjal sebesar 18% selama rata-rata 2,6 tahun dibandingkan dengan perawatan standar saat ini.
Pembuat Finerenone, Bayer, mengumumkan bahwa awal tahun ini telah memenuhi titik akhir gabungan ginjal primer dan titik akhir kardiovaskular sekunder yang menjadi kunci gabungannya. Namun, temuan lengkap dari uji coba tersebut belum dirilis hingga 23 Oktober 2020 karena dilakukan secara acak, tersamarkan, dan terkontrol plasebo.
Bayer diketahui telah mendonasikan sejumlah dana kepada Universitas Chicago dan diberikan kepada Bakris untuk melakukan penelitian tersebut. Dia dibantu oleh ilmuwan lain seperti Rajiv Agarwal, Stefan Anker, Bertram Pitt, Luis M. Ruilope, Peter Rossing, Peter Kolkhof, Christina Nowack, Patrick Schloemer, Amer Joseph, dan Gerasimos Filippatos.
(fan)
Lihat Juga :