Beton Kuat dan Ramah Lingkungan Cetakan Printer 3D
Sabtu, 24 Oktober 2020 - 12:15 WIB
loading...
A
A
A
Sayangnya, penuangan serat polimer yang dicampur ke dalam beton tidak terdistribusi secara merata. Ini menyebabkan satu bagian dari suatu struktur mungkin memiliki konsentrasi serat yang tinggi. Sementara bagian lain hampir tidak ada sehingga meninggalkan jalur terbentuknya retakan. (Baca juga: 5 Cara Menjaga kesehatan Tulang)
Jaman dulu, inspirasi eksperimen penguatan serat polimer beton diperoleh dari alam, seperti cangkang kerang abalon dan bentuk sarang lebah. Tulangan tersebut bersifat dua dimensi, yang membatasi kemampuannya untuk menopang desain beton yang rumit.
Dalam penelitian terbarunya, Tim Barkeley menggunakan desain 3D yang dapat mendukung beban berat. Para insinyur membuat ketahanan beton lebih baik dari segala sisi yang disebut isotropik. Para peneliti Berkeley menggunakan rangka oktet untuk struktur kisi. Rangka oktet dikenal karena kemampuannya yang kuat dan sangat ringan.
Tim menguji dua polimer yang berbeda. Pertama, polylactic acid (PLA), bahan yang mudah dicetak secara 3D tetapi lebih rapuh daripada polimer lain. Kedua, acrylonitrile butadienestyrene (ABS), yang lebih tangguh dari PLA dan digunakan dalam segala hal mulai dari batu bata lego, helm sepeda motor, kano arung hingga bumper mobil.
Peralihan dari PLA ke ABS tidak menghasilkan perbedaan yang signifikan dalam uji tekan. Semua sampel beton bertulang serat polimer memiliki nilai kerapatan regangan yang tinggi dan mampu menyerap banyak energi.
Jaman dulu, inspirasi eksperimen penguatan serat polimer beton diperoleh dari alam, seperti cangkang kerang abalon dan bentuk sarang lebah. Tulangan tersebut bersifat dua dimensi, yang membatasi kemampuannya untuk menopang desain beton yang rumit.
Dalam penelitian terbarunya, Tim Barkeley menggunakan desain 3D yang dapat mendukung beban berat. Para insinyur membuat ketahanan beton lebih baik dari segala sisi yang disebut isotropik. Para peneliti Berkeley menggunakan rangka oktet untuk struktur kisi. Rangka oktet dikenal karena kemampuannya yang kuat dan sangat ringan.
Tim menguji dua polimer yang berbeda. Pertama, polylactic acid (PLA), bahan yang mudah dicetak secara 3D tetapi lebih rapuh daripada polimer lain. Kedua, acrylonitrile butadienestyrene (ABS), yang lebih tangguh dari PLA dan digunakan dalam segala hal mulai dari batu bata lego, helm sepeda motor, kano arung hingga bumper mobil.
Peralihan dari PLA ke ABS tidak menghasilkan perbedaan yang signifikan dalam uji tekan. Semua sampel beton bertulang serat polimer memiliki nilai kerapatan regangan yang tinggi dan mampu menyerap banyak energi.
Lihat Juga :