Dinas Kebudayaan DIY Jaga Pelestarian Aksara Jawa di Dunia Maya Lewat PANDI
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 01:20 WIB
loading...
Kehadiran aksara Jawa di dunia maya, akan memudahkan proses pembinaan dan pengembangan aksara tersebut. FOTO/ IST
A
A
A
YOGYAKARTA - Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berkomitmen untuk berperan aktif dalam pelestarian, pembinaan, dan pengembangan aksara Jawa khususnya di dunia maya. Kehadiran aksara Jawa di dunia maya, akan memudahkan proses pembinaan dan pengembangan aksara tersebut. (Baca juga: Mark Zuckerberg Disebut Biang Kerok Dibalik Permusuhan Trump dengan TikTok )
Sumadi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan Yogyakarta, menjelaskan pesatnya perkembangan teknologi berperan penting bagi pelestarian aksara Jawa saat ini. Perkembangan ini bisa dikelola dan dikembangkan lebih baik lagi. (Baca juga: Cegah Kerusuhan saat Aksi Demo, Jalan Gajah Mada - Hayam Wuruk Resmi Ditutup )
“Isu digitalisasi aksara Jawa merupakan sesuatu yang menjadi perhatian khusus. Berapa banyak masyarakat Jawa sekarang mengetahui bahwa aksaranya terdaftar dan memiliki slot Unicode A980 – A9DF. Oleh karena itu, dinas kebudayaan berkomitmen ikut mengawal perkembangan isu digitalisasi aksara Jawa melalui gelaran Kongres Aksara Jawa I Yogyakarta,” ujar Sumadi dalam keterangan resminya, Rabu (21/10).
Menurut Sumadi, Dinas Kebudayaan DIY juga bekerja sama dengan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI). Bahkan Disbud DIY mendukung penuh PANDI dalam pengajuan enkripsi aksara Jawa di internet menjadi sebuah domain, agar bisa diakses di ranah digital.
Di tempat terpisah, Gunawan Tyas Jatmiko, Deputi Marketing, Kerjasama, dan Pengembangan Usaha PANDI merespons dukungan dari Disbud DIY.
Sumadi, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan Yogyakarta, menjelaskan pesatnya perkembangan teknologi berperan penting bagi pelestarian aksara Jawa saat ini. Perkembangan ini bisa dikelola dan dikembangkan lebih baik lagi. (Baca juga: Cegah Kerusuhan saat Aksi Demo, Jalan Gajah Mada - Hayam Wuruk Resmi Ditutup )
“Isu digitalisasi aksara Jawa merupakan sesuatu yang menjadi perhatian khusus. Berapa banyak masyarakat Jawa sekarang mengetahui bahwa aksaranya terdaftar dan memiliki slot Unicode A980 – A9DF. Oleh karena itu, dinas kebudayaan berkomitmen ikut mengawal perkembangan isu digitalisasi aksara Jawa melalui gelaran Kongres Aksara Jawa I Yogyakarta,” ujar Sumadi dalam keterangan resminya, Rabu (21/10).
Menurut Sumadi, Dinas Kebudayaan DIY juga bekerja sama dengan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI). Bahkan Disbud DIY mendukung penuh PANDI dalam pengajuan enkripsi aksara Jawa di internet menjadi sebuah domain, agar bisa diakses di ranah digital.
Di tempat terpisah, Gunawan Tyas Jatmiko, Deputi Marketing, Kerjasama, dan Pengembangan Usaha PANDI merespons dukungan dari Disbud DIY.
Lihat Juga :