Festival Belanja Online Fashion Jadi Penolong UMKM di Masa COVID-19
Selasa, 13 Oktober 2020 - 16:41 WIB
loading...
Kemenkop dan UKM bersama Shopee mengadakan Adiwarna Nusantara, even Festival Belanja Online yang akan digelar mulai 19 Oktober-9 November 2020. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pandemik COVID-19 berimbas ke segala sektor kehidupan masyarakat, terutama sektor ekonomi yang sangat memukul para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) . (Baca juga: Akademisi Nilai UU Cipta Kerja Memudahkan UMKM )
Ibarat bunga yang layu sebelum berkembang, sektor UMKM harus berjuang ekstra keras dan kreatif agar dapat bertahan di masa penuh ketidakpastian ini.
Salah satu UMKM yang berkontribusi besar di sektor ekonomi kreatif adalah fashion. Sampai akhir 2019, industri busana dan tekstil (fashion) turut andil menyumbang 18% dari pendapatan negara.
Proyeksi kontraksi ekonomi kreatif ini diperkirakan mulai terlihat dari pertumbuhan pada kuartal I/2020, di mana konsumsi dari pakaian -yang merupakan komponen utama dari fashion- mengalami kontraksi -3,3% year on year.
Produk-produk fashion, serta brand lokal mengalami penurunan penjualan sebagai akibat menurunnya daya beli, dan perubahan kebutuhan masyarakat. Melihat hal ini, Kementerian Koperasi dan UKM ( Kemenkop dan UKM ) bekerja sama dengan Shopee, mengadakan even yang bertujuan meningkatkan penjualan para produsen, pengusaha, dan penjual produk fashion di Indonesia.
Tercatat sebanyak 100 UMKM sub sektor fashion ikut ambil bagian dalam acara ini. Jumlah UMKM tersebut merupakan hasil kurasi dari ribuan UMKM yang terdaftar di Kemenkop.
“Lewat acara ini Kemenkop berkomitmen untuk membantu UMKM, khususnya di bidang fashion, agar bangkit kembali di tengah kendala seperti saat ini. Karena kami yakin, fashion lokal sangat berpotensi menjadi penggerak perekonomian nasional,” papar Victoria br Simanungkalit, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM.
Ibarat bunga yang layu sebelum berkembang, sektor UMKM harus berjuang ekstra keras dan kreatif agar dapat bertahan di masa penuh ketidakpastian ini.
Salah satu UMKM yang berkontribusi besar di sektor ekonomi kreatif adalah fashion. Sampai akhir 2019, industri busana dan tekstil (fashion) turut andil menyumbang 18% dari pendapatan negara.
Proyeksi kontraksi ekonomi kreatif ini diperkirakan mulai terlihat dari pertumbuhan pada kuartal I/2020, di mana konsumsi dari pakaian -yang merupakan komponen utama dari fashion- mengalami kontraksi -3,3% year on year.
Produk-produk fashion, serta brand lokal mengalami penurunan penjualan sebagai akibat menurunnya daya beli, dan perubahan kebutuhan masyarakat. Melihat hal ini, Kementerian Koperasi dan UKM ( Kemenkop dan UKM ) bekerja sama dengan Shopee, mengadakan even yang bertujuan meningkatkan penjualan para produsen, pengusaha, dan penjual produk fashion di Indonesia.
Tercatat sebanyak 100 UMKM sub sektor fashion ikut ambil bagian dalam acara ini. Jumlah UMKM tersebut merupakan hasil kurasi dari ribuan UMKM yang terdaftar di Kemenkop.
“Lewat acara ini Kemenkop berkomitmen untuk membantu UMKM, khususnya di bidang fashion, agar bangkit kembali di tengah kendala seperti saat ini. Karena kami yakin, fashion lokal sangat berpotensi menjadi penggerak perekonomian nasional,” papar Victoria br Simanungkalit, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM.
Lihat Juga :