Harus Lebih Waspada, Virus Corona Bisa Bertahan di Kulit Selama 9 Jam
Sabtu, 10 Oktober 2020 - 04:37 WIB
loading...
A
A
A
Jadi untuk studi baru ini, para peneliti dari Kyoto Prefectural University of Medicine di Jepang, membuat model kulit menggunakan sampel kulit manusia yang diperoleh dari otopsi. Sampel dikumpulkan kira-kira satu hari setelah kematian.
Para penulis mencatat bahwa bahkan 24 jam setelah kematian, kulit manusia masih dapat digunakan untuk cangkok kulit, yang berarti sebagian besar fungsinya tetap ada selama beberapa waktu setelah kematian. Dengan demikian, sampel yang dikumpulkan bisa menjadi model yang cocok untuk kulit manusia, kata penulis.
Dengan menggunakan model mereka, penulis menemukan SARS-CoV-2 bertahan pada sampel kulit manusia selama 9,04 jam Sementara untuk virus influenza A hanya selama 1,82 jam. Ketika virus ini bercampur dengan lendir, meniru pelepasan partikel virus dalam batuk atau bersin, SARS-CoV-2 bertahan lebih lama, sekitar 11 jam.
Namun kedua virus tersebut bisa dinonaktifkan pada kulit 15 detik setelah menggunakan hand sanitizer yang mengandung etanol 80%. "Kebersihan tangan yang tepat... menyebabkan inaktivasi virus yang cepat (SARS-CoV-2) dan dapat mengurangi risiko tinggi infeksi kontak," kata para penulis. (Baca juga: Traveloka Hadirkan Tur Virtual Interaktif Pertama di Asia Tenggara, Coba Yuk! )
Para penulis mencatat penelitian mereka tidak mempertimbangkan "dosis infeksi" dari SARS-CoV-2, yakni jumlah partikel virus yang diperlukan untuk memberi seseorang infeksi dari kontak dengan kulit yang terkontaminasi. Sehingga penelitian di masa depan juga harus memeriksa pertanyaan ini.
Para penulis mencatat bahwa bahkan 24 jam setelah kematian, kulit manusia masih dapat digunakan untuk cangkok kulit, yang berarti sebagian besar fungsinya tetap ada selama beberapa waktu setelah kematian. Dengan demikian, sampel yang dikumpulkan bisa menjadi model yang cocok untuk kulit manusia, kata penulis.
Dengan menggunakan model mereka, penulis menemukan SARS-CoV-2 bertahan pada sampel kulit manusia selama 9,04 jam Sementara untuk virus influenza A hanya selama 1,82 jam. Ketika virus ini bercampur dengan lendir, meniru pelepasan partikel virus dalam batuk atau bersin, SARS-CoV-2 bertahan lebih lama, sekitar 11 jam.
Namun kedua virus tersebut bisa dinonaktifkan pada kulit 15 detik setelah menggunakan hand sanitizer yang mengandung etanol 80%. "Kebersihan tangan yang tepat... menyebabkan inaktivasi virus yang cepat (SARS-CoV-2) dan dapat mengurangi risiko tinggi infeksi kontak," kata para penulis. (Baca juga: Traveloka Hadirkan Tur Virtual Interaktif Pertama di Asia Tenggara, Coba Yuk! )
Para penulis mencatat penelitian mereka tidak mempertimbangkan "dosis infeksi" dari SARS-CoV-2, yakni jumlah partikel virus yang diperlukan untuk memberi seseorang infeksi dari kontak dengan kulit yang terkontaminasi. Sehingga penelitian di masa depan juga harus memeriksa pertanyaan ini.
(iqb)
Lihat Juga :