Suhu Naik 4 Derajat Celcius, Antartika Kerek Tinggi Air Laut hingga 6,5 Meter
Selasa, 06 Oktober 2020 - 04:30 WIB
loading...
A
A
A
Kenaikan sebesar itu akan menghancurkan kota-kota pesisir seperti New York, Tokyo, dan London. Skenario ini bisa menjadi kenyataan dalam beberapa dekade.
Menurut Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim PBB (IPCC), kenaikan suhu rata-rata global sebesar 9 derajat F (5 derajat C) saat ini dianggap sebagai skenario pemanasan “kasus terburuk”. Ini bisa terjadi jika tingkat emisi gas rumah kaca saat ini dibiarkan terus berlanjut hingga 2100.
Jika suhu global naik antara 11 dan 16 derajat F (6-9 derajat C) di atas tingkat pra-industri untuk periode waktu yang berkelanjutan selama ribuan tahun mendatang, lebih dari 70% es Antartika saat ini akan hilang "secara permanen". Dan jika suhu naik hingga 18 derajat F (10 derajat C), benua itu pasti "hampir bebas es". Jika benua kehilangan semua esnya, permukaan laut global akan naik hampir 200 kaki (58 m).
Pencairan dahsyat ini tidak akan terjadi dalam kehidupan kita. "Efek penuh kemungkinan tidak akan terlihat selama kurang lebih 150.000 tahun," kata Andrew Shepherd, ahli iklim dari Universitas Leeds di Inggris kepada Daily Mail.
Namun, penulis studi memperingatkan, kegagalan umat manusia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca abad ini dapat memicu siklus umpan balik yang tidak dapat diubah. Hal itu bakal menyegel nasib Antartika selama ribuan tahun yang akan datang.
Menipisnya rak es Antartika dengan cepat -lempengan besar es berlabuh ke daratan di satu sisi dan mengambang bebas di atas lautan di sisi lain- mewakili satu mekanisme umpan balik yang sangat berbahaya, tulis para peneliti.
Menurut Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim PBB (IPCC), kenaikan suhu rata-rata global sebesar 9 derajat F (5 derajat C) saat ini dianggap sebagai skenario pemanasan “kasus terburuk”. Ini bisa terjadi jika tingkat emisi gas rumah kaca saat ini dibiarkan terus berlanjut hingga 2100.
Jika suhu global naik antara 11 dan 16 derajat F (6-9 derajat C) di atas tingkat pra-industri untuk periode waktu yang berkelanjutan selama ribuan tahun mendatang, lebih dari 70% es Antartika saat ini akan hilang "secara permanen". Dan jika suhu naik hingga 18 derajat F (10 derajat C), benua itu pasti "hampir bebas es". Jika benua kehilangan semua esnya, permukaan laut global akan naik hampir 200 kaki (58 m).
Pencairan dahsyat ini tidak akan terjadi dalam kehidupan kita. "Efek penuh kemungkinan tidak akan terlihat selama kurang lebih 150.000 tahun," kata Andrew Shepherd, ahli iklim dari Universitas Leeds di Inggris kepada Daily Mail.
Namun, penulis studi memperingatkan, kegagalan umat manusia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca abad ini dapat memicu siklus umpan balik yang tidak dapat diubah. Hal itu bakal menyegel nasib Antartika selama ribuan tahun yang akan datang.
Menipisnya rak es Antartika dengan cepat -lempengan besar es berlabuh ke daratan di satu sisi dan mengambang bebas di atas lautan di sisi lain- mewakili satu mekanisme umpan balik yang sangat berbahaya, tulis para peneliti.
Lihat Juga :