Suhu Naik 4 Derajat Celcius, Antartika Kerek Tinggi Air Laut hingga 6,5 Meter

Selasa, 06 Oktober 2020 - 04:30 WIB
loading...
A A A
Saat air laut hangat mengalir ke bagian bawah rak es, titik di mana dasar rak bertemu dengan air (juga disebut garis landasan) mundur semakin jauh ke belakang, membuat seluruh rak tidak stabil dan memungkinkan bongkahan es yang sangat besar dari daratan meluncur ke laut.

Banyak rak es di Antartika Barat sudah mengalami pencairan semacam ini. Sekitar 25% es di kawasan itu terancam runtuh, menurut sebuah studi tahun 2019 di jurnal Geophysical Research Letters.

Laman Live Science mengutarakan, para ahli sepakat, nasib Antartika ada di tangan pembuat kebijakan saat ini. Kesepakatan Iklim Paris, yang disetujui oleh 73 negara pada 2015 (dan yang ditinggalkan Amerika Serikat pada Juni 2017 atas perintah Presiden Donald Trump), bertujuan untuk membatasi suhu rata-rata planet agar tidak naik lebih dari 2,7 derajat F (1,5 derajat C) di atas rata-rata praindustri, untuk mencegah efek terburuk dari perubahan iklim.

Sementara emisi turun dengan jumlah minim di awal tahun ini, karena karantina massal selama pandemik COVID-19, sebuah laporan PBB yang diterbitkan awal bulan ini memperingatkan bahwa dunia saat ini tidak berada di jalur yang tepat untuk memenuhi tujuan yang ditetapkan dalam Kesepakatan Paris, dengan suhu global rata-rata bertahan sekitar 2 derajat F (1,1 derajat C) di atas tingkat pra-industri antara 2016 dan 2020.

Laporan tersebut menambahkan bahwa ada kemungkinan 20% suhu rata-rata global tahunan akan meningkat lebih dari 2,7 derajat F (1,5 derajat C), setidaknya untuk sementara, pada 2024. (Baca juga: Tesla Disebut Dekati Indonesia untuk Pengembangan Baterai Mobil Listrik )
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Suhu Matahari Bertambah...
Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
YouTube Update Shorts,...
YouTube Update Shorts, Tampilan Lebih Bersih dan Kontrol Cepat
Panas Ekstrem, Paris...
Panas Ekstrem, Paris Ubah Sungai Seine Jadi Pendingin Udara
Bulan Juni 2026, Ilmuwan...
Bulan Juni 2026, Ilmuwan Sebut Air Laut Mulai Mendidih
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Toyota Siap Terjun Langsung...
Toyota Siap Terjun Langsung ke Produksi Taksi Terbang Listrik
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Rekomendasi
Said Aqil Siradj: Kebangkitan...
Said Aqil Siradj: Kebangkitan Umat Harus Dimulai dari Penguatan Iman yang Hakiki
Teror Petasan Sasar...
Teror Petasan Sasar Hotel Pemain Timnas Inggris Jelang Lawan Meksiko
Wamenkomdigi Sebut 3...
Wamenkomdigi Sebut 3 dari 5 Anak Palsukan Usia untuk Akses Medsos
Berita Terkini
Suhu Matahari Bertambah...
Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
Data Rahasia iPhone...
Data Rahasia iPhone Bocor! India Selidiki Tata Electronics
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
YouTube Update Shorts,...
YouTube Update Shorts, Tampilan Lebih Bersih dan Kontrol Cepat
Nokia Bangun Jaringan...
Nokia Bangun Jaringan Antidrone di Perbatasan Finlandia
Zuckerberg Mau Saingi...
Zuckerberg Mau Saingi Polymarket: Meta Siapkan Aplikasi Prediksi untuk 100 Juta Pengguna
Infografis
4 Alasan Tak Boleh Minum...
4 Alasan Tak Boleh Minum Teh saat Sahur, Bikin Asam Lambung Naik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved