Hanya Sekitar 29% Pengguna Wireless Charger di Dunia. Ini Alasannya
Senin, 05 Oktober 2020 - 11:55 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, pengisian daya nirkabel juga membutuhkan dua buah koil. Koil pertama berada di alat pengisi untuk menginduksi, dan koil kedua berada di ponsel sebagai penerima daya.
Jika kedua koil tersebut tidak sejajar, baterai pada ponsel tidak akan terisi dengan benar. Inilah yang membuat pengisian menjadi lebih lama, dibandingkan mencolokan ponsel ke listrik dengan kabel.
Kebanyakan kabel pengisian baterai memiliki daya setidaknya 12 watt. Sementara hampir semua wireless charger hanya memiliki 7,5 sampai 10 watt saja.
Pada dasarnya, semakin kecil angka tersebut, semakin lama pula waktu yang dibutuhkan agar baterai pada ponsel terisi penuh.
Bahkan, jika saat baterai diisi melalui wireless charger masih menggunakan case biasa, maka waktu pengisian akan jauh lebih lama, atau mungkin tidak terisi sama sekali.
Beberapa alat pengisi daya nirkabel memang sudah memiliki fitur pengisian cepat. Tetapi hanya berfungsi pada ponsel yang diproduksi di manufaktur yang sama dengan alat tersebut.
Jika kedua koil tersebut tidak sejajar, baterai pada ponsel tidak akan terisi dengan benar. Inilah yang membuat pengisian menjadi lebih lama, dibandingkan mencolokan ponsel ke listrik dengan kabel.
Kebanyakan kabel pengisian baterai memiliki daya setidaknya 12 watt. Sementara hampir semua wireless charger hanya memiliki 7,5 sampai 10 watt saja.
Pada dasarnya, semakin kecil angka tersebut, semakin lama pula waktu yang dibutuhkan agar baterai pada ponsel terisi penuh.
Bahkan, jika saat baterai diisi melalui wireless charger masih menggunakan case biasa, maka waktu pengisian akan jauh lebih lama, atau mungkin tidak terisi sama sekali.
Beberapa alat pengisi daya nirkabel memang sudah memiliki fitur pengisian cepat. Tetapi hanya berfungsi pada ponsel yang diproduksi di manufaktur yang sama dengan alat tersebut.
Lihat Juga :