Ironi Para Ilmuwan Hebat yang Tak Pernah Memenangkan Nobel
Senin, 05 Oktober 2020 - 07:31 WIB
loading...
A
A
A
Di India pun banyak ilmuwan lokal justru tak menggunakan penemuannya. Padahal ia melakukan ini untuk mengangkat nama negerinya. Dan yang paling mengenaskan adalah komite Nobel justru menolak mentah-mentah untuk mengikutkan Bose sebagai kandidat peraih nobel dalam bidang sains.
3. Rosalind Elsie Franklin
![Ironi Para Ilmuwan Hebat yang Tak Pernah Memenangkan Nobel]()
Rosalind Elsie Franklin adalah seorang warga keturunan Yahudi yang hidup di Inggris. Ia dikenal sebagai orang yang mampu menggunakan sinar-X untuk melihat struktur terkecil dari DNA. Di tangan Rosalind, DNA akhirnya bisa digambarkan dengan sangat jelas. Bahkan ia juga mengembangkannya untuk RNA, virus, dan batu bara.
Namanya cukup diperhitungkan kala itu meski tak banyak yang menghargainya. Di masa lalu, Komite Nobel sama sekali tak ingin memasukkan wanita ini ke dalam kandidat calon penerima. Di masa lalu wanita memang selalu mendapatkan perlakuan sangat buruk. Rosalind salah satu orang yang menerima perlakuan itu. (Baca juga: Menikah, Resep Ibnu Sina kepada Pemuda yang Sakit)
4. Fred Hoyle
![Ironi Para Ilmuwan Hebat yang Tak Pernah Memenangkan Nobel]()
Fred Hoyle adalah ilmuwan yang pertama kali memperkenalkan teori Big Bang atau ledakan besar dari bintang. Ia menemukan fakta jika hidrogen dan helium adalah partikel penting dalam setiap benda yang memiliki energi di angkasa.
Ia mengungkapkan tentang adanya energi besar yang akhirnya membuat suatu bintang bisa menyala dan sangat panas. Teori-teori yang dibuat Fred adalah teori awal yang membuat penelitian luar angkasa berjalan dengan baik.
Sayangnya, saat menulis buku dengan seseorang bernama William Fowler, namanya tak ikut dalam catatan penerima Nobel. Fowler justru mengajak orang lain ikut berbagi penghargaan terhebat dalam dunia sains itu. Ironis. Padahal Hoyle telah bekerja dengan sangat keras untuk itu semua. (Baca juga: Kekeliruan Ilmiah Pemikiran Jenius Para Ilmuwan)
3. Rosalind Elsie Franklin

Rosalind Elsie Franklin adalah seorang warga keturunan Yahudi yang hidup di Inggris. Ia dikenal sebagai orang yang mampu menggunakan sinar-X untuk melihat struktur terkecil dari DNA. Di tangan Rosalind, DNA akhirnya bisa digambarkan dengan sangat jelas. Bahkan ia juga mengembangkannya untuk RNA, virus, dan batu bara.
Namanya cukup diperhitungkan kala itu meski tak banyak yang menghargainya. Di masa lalu, Komite Nobel sama sekali tak ingin memasukkan wanita ini ke dalam kandidat calon penerima. Di masa lalu wanita memang selalu mendapatkan perlakuan sangat buruk. Rosalind salah satu orang yang menerima perlakuan itu. (Baca juga: Menikah, Resep Ibnu Sina kepada Pemuda yang Sakit)
4. Fred Hoyle

Fred Hoyle adalah ilmuwan yang pertama kali memperkenalkan teori Big Bang atau ledakan besar dari bintang. Ia menemukan fakta jika hidrogen dan helium adalah partikel penting dalam setiap benda yang memiliki energi di angkasa.
Ia mengungkapkan tentang adanya energi besar yang akhirnya membuat suatu bintang bisa menyala dan sangat panas. Teori-teori yang dibuat Fred adalah teori awal yang membuat penelitian luar angkasa berjalan dengan baik.
Sayangnya, saat menulis buku dengan seseorang bernama William Fowler, namanya tak ikut dalam catatan penerima Nobel. Fowler justru mengajak orang lain ikut berbagi penghargaan terhebat dalam dunia sains itu. Ironis. Padahal Hoyle telah bekerja dengan sangat keras untuk itu semua. (Baca juga: Kekeliruan Ilmiah Pemikiran Jenius Para Ilmuwan)
Lihat Juga :