10 Kontroversi Hadiah Nobel, Salah Satunya Hitler Jadi Nominator
Senin, 05 Oktober 2020 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, dua anggota panel yang memilih zur Hausen memiliki hubungan dengan AstraZeneca. Meskipun tidak ada kesalahan yang pernah terungkap, konflik kepentingan dianggap menjadi hal yang paling kontroversi dalam penghargaan tersebut.
8. Dilema Penemuan Antonio Egas Moniz yang Disalahgunakan
![10 Kontroversi Hadiah Nobel, Salah Satunya Hitler Jadi Nominator]()
Pada 1949, Antonio Egas Moniz memeroleh Hadiah Nobel pada bidang kedokteran. Pakar neuron asal Portugal ini dianggap berjasa karena menemukan prosedur lobotomi untuk membedah otak manusia.
Lobotomi dirancang untuk menangani kasus keterbelakangan mental. Namun, sejak saat itu, lobotomi justru banyak disalahgunakan hingga akhirnya diabaikan sama sekali. (Lihat video: Pria Ini Mainkan Gitar Saat Operasi Otak)
9. Kontroversi Nobel Sastra untuk Bob Dylan
![10 Kontroversi Hadiah Nobel, Salah Satunya Hitler Jadi Nominator]()
Pada 2016 hadiah Nobel bidang kesusastraan diberikan kepada penyanyi Bob Dylan . Selain sebagai musisi, Dylan juga dianggap sebagai sastrawan.
CNBC menyebut, Komite Nobel sering “melewatkan” para raksasa sastra dunia. Sebut saja James Joyce, Leo Tolstoy, Anton Chekov, Marcel Proust, Henrik Ibsen, Mark Twain, atau George Orwell. (Baca juga: Timothee Chalamet Negosiasi untuk Peran Bob Dylan, Christian Bale Bakal Main Film Thor)
10. Kontroversi Nobel Perdamaian untuk Uni Eropa
![10 Kontroversi Hadiah Nobel, Salah Satunya Hitler Jadi Nominator]()
Pada 2012, Uni Eropa (UE) dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian dengan alasan “lebih dari enam dekade lamanya berkontribusi dalam upaya perdamaian dan rekonsiliasi, demokrasi, dan HAM di Eropa.” Kritik mencuat lantaran banyak negara UE yang terlibat perdagangan senjata, khususnya di negara-negara sarat konflik". (Baca juga: Dinilai Tidak Manusiawi, PBB Kritik Keras Sistem Migran UE)
Alfred Nobel mewariskan agar Hadiah Nobel diberikan kepada mereka yang mengupayakan pembatasan senjata. UE adalah salah satu produsen senjata terbesar di dunia,” kata Elsa-Britt Enger, aktivis Grandmothers for Peace kepada Reuters saat itu.
Sumber: www.worldatlas, www.britanica.com
8. Dilema Penemuan Antonio Egas Moniz yang Disalahgunakan

Pada 1949, Antonio Egas Moniz memeroleh Hadiah Nobel pada bidang kedokteran. Pakar neuron asal Portugal ini dianggap berjasa karena menemukan prosedur lobotomi untuk membedah otak manusia.
Lobotomi dirancang untuk menangani kasus keterbelakangan mental. Namun, sejak saat itu, lobotomi justru banyak disalahgunakan hingga akhirnya diabaikan sama sekali. (Lihat video: Pria Ini Mainkan Gitar Saat Operasi Otak)
9. Kontroversi Nobel Sastra untuk Bob Dylan

Pada 2016 hadiah Nobel bidang kesusastraan diberikan kepada penyanyi Bob Dylan . Selain sebagai musisi, Dylan juga dianggap sebagai sastrawan.
CNBC menyebut, Komite Nobel sering “melewatkan” para raksasa sastra dunia. Sebut saja James Joyce, Leo Tolstoy, Anton Chekov, Marcel Proust, Henrik Ibsen, Mark Twain, atau George Orwell. (Baca juga: Timothee Chalamet Negosiasi untuk Peran Bob Dylan, Christian Bale Bakal Main Film Thor)
10. Kontroversi Nobel Perdamaian untuk Uni Eropa

Pada 2012, Uni Eropa (UE) dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian dengan alasan “lebih dari enam dekade lamanya berkontribusi dalam upaya perdamaian dan rekonsiliasi, demokrasi, dan HAM di Eropa.” Kritik mencuat lantaran banyak negara UE yang terlibat perdagangan senjata, khususnya di negara-negara sarat konflik". (Baca juga: Dinilai Tidak Manusiawi, PBB Kritik Keras Sistem Migran UE)
Alfred Nobel mewariskan agar Hadiah Nobel diberikan kepada mereka yang mengupayakan pembatasan senjata. UE adalah salah satu produsen senjata terbesar di dunia,” kata Elsa-Britt Enger, aktivis Grandmothers for Peace kepada Reuters saat itu.
Sumber: www.worldatlas, www.britanica.com
(poe)
Lihat Juga :