Pemodal Asing Ini Incar Startup Indonesia Biar Tambah Josss
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 08:16 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu Founding Partners Jungle Ventures, Amit Anand menekankan pentingnya bekerja sama bareng founders asal Indonesia dengan ambisi regional dan global yang melebihi pasar domestik. Amit juga menekankan pentingnya founder memanfaatkan ekonomi digital untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Kita sama-sama menyaksikan kawasan Asia Tenggara digital yang sangat berbeda dari situasi sebelumnya yang terbagi atas berbagai bahasa, budaya, dan tingkat inklusi keuangan, serta adopsi teknologi," kata Amit.
Sementara ke depan kita dihadapkan dengan masyarakat Asia Tenggara yang terdiri dari lebih dari 300 penduduk milenial melek digital dan bertindak serta berpikir sebagai masyarakat homogen. "Kami ingin berinvestasi kepada para founder yang memiliki visi yang sama dalam ekonomi digital untuk mengatasi keterbatasan model bisnis dan pasar yang ada,” ujarnya.
Dengan filosofi “Build to Last”, Jungle Ventures melakukan pendekatan model investasi portofolio yang terkonsolidasi. Setiap tahun berfokus terhadap pemilihan beberapa bisnis yang sudah berjalan secara efisien, membantu pengembangan kepemimpinan secara langsung, memberikan modal jangka panjang, sekaligus membantu penataan neraca keuangan, berinvestasi bersama, dan kemitraan strategis.
Filosofi ini memungkinkan Jungle Ventures untuk membangun perusahaan portofolio pilihan yang meliputi perusahaan unggulan di setiap kategori. Antara lain, Kredivo untuk layanan keuangan, Pomelo untuk fast fashion, LivSpace untuk desain rumah dan tempat tinggal, Reddoorz untuk budget travel, dan perusahaan lainnya di Asia Tenggara.
“Kita sama-sama menyaksikan kawasan Asia Tenggara digital yang sangat berbeda dari situasi sebelumnya yang terbagi atas berbagai bahasa, budaya, dan tingkat inklusi keuangan, serta adopsi teknologi," kata Amit.
Sementara ke depan kita dihadapkan dengan masyarakat Asia Tenggara yang terdiri dari lebih dari 300 penduduk milenial melek digital dan bertindak serta berpikir sebagai masyarakat homogen. "Kami ingin berinvestasi kepada para founder yang memiliki visi yang sama dalam ekonomi digital untuk mengatasi keterbatasan model bisnis dan pasar yang ada,” ujarnya.
Dengan filosofi “Build to Last”, Jungle Ventures melakukan pendekatan model investasi portofolio yang terkonsolidasi. Setiap tahun berfokus terhadap pemilihan beberapa bisnis yang sudah berjalan secara efisien, membantu pengembangan kepemimpinan secara langsung, memberikan modal jangka panjang, sekaligus membantu penataan neraca keuangan, berinvestasi bersama, dan kemitraan strategis.
Filosofi ini memungkinkan Jungle Ventures untuk membangun perusahaan portofolio pilihan yang meliputi perusahaan unggulan di setiap kategori. Antara lain, Kredivo untuk layanan keuangan, Pomelo untuk fast fashion, LivSpace untuk desain rumah dan tempat tinggal, Reddoorz untuk budget travel, dan perusahaan lainnya di Asia Tenggara.
Lihat Juga :